aaaaaaa

Transcription

IPB TodayVolume 77 Tahun 2018Fahutan IPB Adakan Diskusi Manajemen Bahaya diKawasan Konservasi dan Kawasan Rawan BencanaDepartemen Konservasi Sumberdaya Hutan danEkowisata (KSHE) Fakultas Kehutanan InstitutPertanian Bogor (Fahutan IPB) menyelenggarakankegiatan Diskusi “Manajemen Bahaya di KawasanKonservasi dan Kawasan Rawan Bencana” bertempat diRuang Sidang Sylva Fakultas Kehutanan IPB, Kampus IPBDramaga Bogor, (28/8). Indonesia dikaruniai gunung,hutan, lautan, sungai dan danau yang menarik untukdijadikan destinasi wisata. Dan salah satu syarat dalampengelolaan wisata alam adalah keselamatan pengunjung.Dekan Fahutan IPB, Dr. Rinekso Soekmadi mengatakankawasan ekowisata Indonesia yang sangat menarikternyata berada pada kawasan yang rawan bencana yangdapat mengancam keselamatan pengunjung, sehinggakondisi ini perlu mendapatkan perhatian.“Tujuan dari diskusi ini adalah mengumpulkan informasidan data dari berbagai institusi dalam pengelolaan bahayaekowisata di kawasan konservasi dan kawasan rawanbencana. Harapannya ada langkah lanjutan dari para pihakPenanggung Jawab: Yatri Indah Kusumastuti Pimpinan Redaksi: Siti Nuryati Redaktur Pelaksana: Aris SolikhahEditor : Siti Zulaedah, Rio Fatahillah CP Reporter : Dedeh H, Awaluddin Fotografer: Cecep AW, Bambang ALayout : Dimas R Alamat Redaksi: Biro Komunikasi IPB Gd. Andi Hakim Nasoetion, Rektorat Lt. 1, Kampus IPB DramagaTelp. : (0251) 8425635, Email: humas@apps.ipb.ac.id@official ipb@ipbofficialBogor Agricultural University@ipb.ac.idwww.ipb.ac.id

dalam tata kelola bahaya ekowisata di kawasan konservasidan kawasan rawan bencana, sehingga Indonesia bisadikenal sebagai negara yang memperhatikan safety ataukeselamatan para pengunjung,” ujarnya.Hasil dari diskusi ini adalah adanya kajian penelitianterhadap beberapa gunung dan pantai diantaranyaGunung Bromo, Gunung Merapi, Gunung Rinjani danGunung Agung. Sedangkan pantai yaitu Pelabuhan Ratu,Parangtritis, Suwuk dan Tanjung Setia Krui.Sebagai contoh, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR),merupakan destinasi ekowisata untuk pendakian gunungdi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sangat populer.Sebelum terjadi gempa, Gunung Rinjani sendiri merupakangunung yang kondisi alamnya perlu perhatian khusus,mulai dari trek menuju puncak dan kawah, serta seringnyaterjadi kecelakaan. Untuk mekanisme bila terjadikecelakaan, pengelola sudah mulai kerjasama denganEMHC (Edelweis Medical Help Center – Pusat Bantuan Medis)dalam bentuk suatu asuransi dan dana yang digunakanuntuk perlakuan bila terjadi kecelakaan, mulai daripenjemputan di gunung, pengobatan awal sampai dirujukke suatu rumah sakit.Contoh lainnya adalah di pantai Parangtritis dan pantaiPalabuhan Ratu. Kecelakaan di pantai sering dihubungkandengan kepercayaan masyarakat yang terkait dengan NyaiRoro Kidul. Padahal sebenarnya kecelakaan tersebut terjadikarena adanya arus tertentu yang tidak dikenal olehpengunjung dan tidak adanya atau kurangnya upaya untukmemberikan peringatan dini kepada para pengunjungsupaya terhindar dari kecelakaan.“Sampai saat ini mekanisme apabila terjadi bahayamemang sudah mulai dilakukan, namun umumnyadilakukan sebagai tindakan penyelamatan apabila sudahterjadi kecelakaan. Sedangkan tindakan untuk pencegahanatau tindakan preventif masih sangat kurang atau barusedikit dilakukan. Demikian juga di berbagai tempatekowisata di Indonesia, biasanya yang sudah ada saat iniadalah tindakan atau penanganan setelah terjadikecelakaan. Pandangan atau persepsi dari para pihak yangmestinya bertanggung jawab terhadap kegiatan ekowisatamasih sangat beragam,” ujarnya.Sementara itu, potensi bahaya erupsi atau aktivitasvulkanik ditemukan pada keempat lokasi dengan risikoyang berbeda. Erupsi di Gunung Merapi memiliki tingkatrisiko tertinggi (substantial risk) dibandingkan tiga lokasilainnya (Gunung Bromo, Gunung Rinjani dan GunungAgung) yang memiliki risiko masih dapat diterima atauditoleransi. Bahaya longsor ditemukan pada keempat lokasidengan risiko yang rendah (tolerable risk). Lereng yangcuram pada jalur pendakian memberikan risiko sedang(moderate risk) pada Gunung Merapi dan Gunung Rinjani,namun memberikan resiko substansial pada GunungBromo dan Gunung Agung. Aktivitas atau kelalaianpengunjung memiliki risiko substansial pada GunungBromo, Gunung Rinjani dan Gunung Agung. Bahaya biologilebih banyak ditemukan di Gunung Rinjani dan akar pohonmemberikan risiko sedang bagi pengunjung.Pada tiga lokasi pantai (Palabuhan Ratu, Suwuk, danParangtritis), arus rip menjadi potensi dengan risikosubstansial. Namun pada Pantai Tanjung Setia risikosubstansial bagi pengunjung rekreasi ditimbulkan olehombak tukik. Ubur-ubur merupakan satu-satunya bahayabiologi yang sama yang ditemukan pada keempat lokasipantai, namun memiliki risiko yang lebih tinggi di PantaiSuwuk dibandingkan tiga pantai lainnya.Berbagai hal dapat dilakukan untuk meningkatkanefektivitas manajemen bahaya. Salah satu yang menjadifokus adalah pengunjung yang secara langsungmengalami kerugian dari kecelakaan yang terjadi padadirinya. Kelalaian pengunjung dalam melakukanaktivitasnya seringkali menjadikan risiko bahaya menjadilebih tinggi. Pengunjung kerap lalai dalam mematuhihimbauan ataupun peringatan yang diberikan olehpengelola. Karena itu, edukasi bagi pengunjung menjadihal penting yang dapat meningkatkan efektivitasmanajemen bahaya yang diterapkan oleh pengelola.“Jadi mekanisme pengelolaan bahaya di suatu kawasanekowisata harus melibatkan para pihak secara kolaboratifuntuk dapat menangani bahaya secara cepat danterkoordinir. Apabila suatu kawasan ekowisata mengalamibencana, maka mekanisme koordinasi juga sudahditentukan koordinasinya, siapa bertanggung jawab, apadan siapa yang akan menjadi pimpinan dalam kondisi itu.Idealnya pada suatu kawasan ekowisata perlunyapemetaan adanya bahaya yang dalam kondisi wajar/biasadan dalam kondisi adanya bencana,” imbuhnya.Kegiatan ini dihadiri oleh stakeholder yang membidangiekowisata Indonesia diantaranya, Ketua Departemen KSHEFahutan IPB, Dr. Ir. Nyoto Santoso, Dosen DepartemenKonservasi Hutan dan Ekowisata Fahutan IPB, Prof. Dr.E.K.S.Harini Muntasib, Direktorat Jenderal BinaPembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI,Amanda, Pusat Standarisasi Lingkungan dan Kehutanan,Dwi Haryanto, Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Bogor, Hendra, Kementerian Lingkungan Hidup danKehutanan RI, Ika Puspita, Taman Nasional Gunung GedePangrango, Fitra, Taman Gunung Gede Merapi, Ruky Unaya,Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geo sika, (BMKG), AsriRachmawati, serta peneliti dan dosen dari KSHE IPB.(awl/Zul)2

Rumah Sakit Hewan Pendidikan IPB Siaga Selama PerhelatanAsian Games 2018Mengenai kesiapan RSHP IPB tentu mendapat dukungandari berbagai pihak terkait, diantaranya Direktorat JenderalPeternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) KementerianPertanian RI yang memberikan bantuan obat-obatan. Danlembaga lainnya ialah Dinas PKH DKI Jakarta, PersatuanOlahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi), PanitiaPelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), dan AsosiasiDokter Hewan Kuda Indonesia (ADHKI). IPB jugamendukung RSHP dari segi hubungan dan kerjasama kepihak-pihak tersebut, sementara itu Fakultas KedokteranHewan IPB sendiri mendukung lewat tenaga medis sertapersiapan fasilitas lainnya. (EAW/Zul)Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) InstitutPertanian Bogor (IPB) ditunjuk menjadi rumah sakithewan rujukan selama acara Asian Games 2018berlangsung. Yang menjadi tanggung jawab dari RSHP IPBdalam perhelatan tersebut ialah menangani kasuskesehatan pada hewan kuda untuk cabang olahragaberkuda.Direktur Eksekutif RSHP IPB Prof. Drh. Deni Noviana, PhDmengungkapkan bahwa RSHP IPB telah siaga untukmelayani dengan tenaga medis dan fasilitas yang lengkap.Alasan terpilihnya RSHP IPB menjadi rumah sakit hewanrujukan adalah terjangkau dari lokasi perlombaan danfasilitas RSHP IPB memenuhi syarat. Selain itu, rumah sakithewan lainnya berada di Kota Yogyakarta.“Dengan fasilitas yang tersedia untuk menangani hewanbesar (kuda), RSHP menjadi satu-satunya rumah sakithewan rujukan untuk acara Asian Games 2018 cabangolahraga berkuda,” ujar Prof. Deni dalam wawancara diGedung RSHP Bogor, (28/08).Prof. Deni melanjutkan, beberapa kegiatan yang telahdilakukan sebagai langkah kesiapan ialah telahdilakukannya assesment dari tim ahli penyelenggara AsianGames 2018, perbaikan fasilitas yang ada, serta dilakukansimulasi kasus operasi pada dua ekor kuda percobaan. Diantara fasilitas yang disediakan untuk hewan kuda di RSHPIPB ialah satu ruang operasi, satu ruang pemulihan, alat XRAY hewan besar, dan dua belas kandang perawatan.“Selama Asian Games 2018 berlangsung, belum ada kasusyang dirujuk kepada RSHP hingga hari ini. Jika beberapahari ke depan ditemukan kasus, dua orang dokter hewankami siap melayani dan bekerja sama dengan dokterhewan resmi dari Asian Games 2018,” jelasnya. Cabangolahraga berkuda sendiri memang akan berakhir pada 30Agustus 2018.3

Tingkatkan Kualitas Laboran, IPB Gelar Pelatihan GLPalah satu kegiatan Pengembangan SumberdayaManusia (SDM) Institut Pertanian Bogor (IPB) tahunini adalah Pelatihan Good Laboratory Practices (GLP).Kegiatan yang ditujukan untuk tenaga kependidikan(tendik) di laboratorium pendidikan IPB ini dilaksanakan diRuang Sidang Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta),Kampus IPB Dramaga, Bogor, (27/8). Pelatihan ini diikutioleh perwakilan tendik dari departemen yang ada di IPBditambah dengan Sekolah Vokasi dan Program PendidikanKompetensi Umum (PPKU).SDalam pelatihan tersebut, terdapat empat pembicara yangmemaparkan materi terkait kepakarannya masing-masing.Ir. Sutrisno Koswara, M.Si memaparkan tentang PengenalanSistem Manajemen Laboratorium SNI 19-17025, Dr. SitiNurjanah memaparkan tentang Good Laboratory PracticesLaboratorium Mikrobiologi, Kimia, dan Biokimia, Dr. DidahNur Faridah memaparkan tentang Ketepatan dan KetelitianHasil Analisis dan Pengolahan Data, Dr. Hanifah Nur YaniLioe memaparkan tentang Pengambilan, Penanganan, danPenyimpanan Contoh untuk Analisis Laboratorium.Menurut Prof. Dr. Slamet Budijanto, Wakil DekanSumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan (SKP) FatetaIPB, laboratorium memiliki peran yang sangat penting bagiperguruan tinggi. Bagi IPB yang dicanangkan masuk 500besar World Class University (WCU), laboratoriummerupakan bagian yang penting dan sentral untukmelakukan penelitian. Fateta diberikan kepercayaan olehDirektorat Sumberdaya Manusia (SDM) untukmenyelenggarakan pelatihan ini.“Harus ada peningkatan kemampuan SDM dalammanajemen laboratorium melalui program uji profesional,identi kasi ruang lingkup kemampuan dan potensi,penerapan manajemen laboratorium sesuai SNI 17025,akreditasi, dan berperan dalam jaringan dan kerjasamasistem serti kasi nasional maupun internasional. Ketepatandan ketelitian hasil analisis serta pengolahan data jugasangat dibutuhkan dalam mendukung terwujudnya GLP,”ujar Ir. Sutrisno.“Tujuan pelatihan GLP adalah untuk meningkatkankemampuan SDM dalam pengelolaan laboratoriumsehingga pengorganisasian sumber daya laboratorium bisatertata dengan rapi dan baik,” tambahnya.Sementara itu, Dr. Didah mengatakan bahwa kesalahanyang mungkin terjadi selama analisis dapat disebabkanoleh beberapa hal seperti kesalahan mengidenti kasisampel, tidak mengikuti metode analisis dengan baik, danmasih banyak lagi. Hal inilah yang kemudian menjadiurgensi untuk selalu mengikuti prosedur yang ada sertaterus memperhatikan ketelitian, akurasi, dan pengolahandata yang baik. (SMH/Zul)Setelah pelatihan ini, Fateta IPB akan mengirim limapeserta terbaik untuk mendapatkan serti kasi. Prof. Slametberharap dengan adanya pelatihan ini maka posisi tendikakan semakin kuat dan lebih berperan dalam prosespendidikan dan penelitian.4

Mahasiswa KKN IPB Berhasil Membuat Biogasyang Ekonomis dan E sienkorek api. Api yang dihasilkan berwarna biru dan sedikitmerah di bagian atas, ini membuktikan bahwa kualitas gasyang dihasilkan sangat baik. Seperti yang kita ketahuikualitas api yang baik dan memiliki panas yang baik pulaadalah api yang berwarna biru.“Saya sangat senang dengan kehadiran adik-adik KKN-Tdan membuat program yang berguna bagi dusun kami.Harapannya masyarakat dapat mengikuti langkah-langkahyang sudah diajarkan,” ucap Mbah Run.Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yangmelakukan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) diKabupten Rembang, Jawa Tengah melakukan ujicoba biogas pertama di dusun Tegal Geneng, Desa Sale(19/8). Dusun Tegal Geneng merupakan salah satu dusun diDesa Sale yang memiliki areal peternakan khususnya sapiyang paling besar. Setiap warga yang ada di dusun tersebuthampir semua memiliki sapi sebagai hewan ternaknya. Halini yang lalu dimanfaatkan oleh mahasiswa KKN-T IPB DesaSale sebagai suatu potensi pemanfaatan energi terbarukan.Sebelumnya, masyarakat Dusun Tegal Genengmemanfaatkan kotoran sapi hanya sebagai pupuk komposdan belum dimanfaatkan dengan maksimal.Tabung biogas tersebut dibangun di lahan milik Ketua RT04 Dusun Tegal Geneng, warga biasa memanggil MbahRun. Rencananya biogas pertama di Dusun Tegal Genengini menjadi salah satu biogas percontohan untuk wargawarga lainnya. Warga-warga yang hadir pada saatpembuatan juga terlihat antusias, mereka saling tolongmenolong membantu mahasiswa KKN-T IPB dalampembuatan biogas. “Antusias warga sangat luar biasa, sayabelum pernah menjumpai kekompakan warga seperti ini,”tutur Vian, Ketua Kelompok KKN-T IPB di wlyah ini.Proses pembuatan biogas tersebut hanya memakan waktusekitar dua hari. Hari pertama difokuskan pada pembuatantabung biogas dan lubang penampungan. Hari keduaadalah waktu pemasangan dan nishing. Mahasiswa KKN-TIPB tidak begitu banyak mengalami kendala karena wargasangat mudah untuk diajak kerja sama, hanya sajaterkendala dalam pemilihan bambu yang cocok untuktabung biogasnya. Tabung biogas dibuat dari plastikdengan kerangka bambu yang dibentuk sedemikian rupamenyerupai tabung besar. Cara ini dipilih karena dianggapyang paling ekonomis dan e sien.“Kita memilih membuat tabung menggunakan rangkabambu dan plastik karena melihat dari kondisi warga desa.Agar warga desa ke depannya mau mengikuti membuatbiogas kami pilih metode pembuatan dengan harga yangekonomis tetapi tetap kuat dengan pengerjaan yangmudah,” kata Habib, Ketua Program Biogas.Harapannya dengan adanya program ini warga desa dapatmenggunakannya dengan e sien dan dapat membuatnyadi setiap rumah. Mengingat setiap rumah warga terdapathewan ternak khususnya sapi. “Dari pada limbah tersebutdibuang menjadi hal yang tidak berguna lebih baikdimanfaatkan sebagai biogas. Harapannya pula denganadanya biogas di setiap rumah, warga dapat menghematpengeluaran untuk membeli bahan bakar gas,” tambahnya.(GW/Zul)Tabung produksi biogas yang dibuat berukuran 4x1 meterdimana kedalaman lubangnya sekitar 50 centimeter.Tabung produksi biogas yang dibuat ini juga sekaligusbiogas pertama di Desa Sale. Hal itu yang membuat wargasangat antusias dengan program tersebut. Warga sendirisangat mendukung kegiatan ini terlihat dari bantuan yangdiberikan tidak hanya tenaga tetapi beberapa warga jugamemberikan makanan untuk warga-warga yang sedangkerja bakti membuat biogas tersebut.Pada hari uji coba pertama biogas, mahasiswa KKN-T IPBlangsung mencoba di lapangan dengan menggunakan5

Mahasiswa KKN-T IPB Peduli dengan Pendidikandi Kecamatan Sale Kabupaten RembangPengabdian masyarakat merupakan sebuah gerakanuntuk dapat memberikan pengajaran, wawasanserta keterampilan kepada masyarakat yangmemerlukan. Seperti halnya yang sudah dilakukan olehmahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang melakukanKuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) yang ditempatkan diKabupaten Rembang ini.Para mahasiswa ini melakukan pembekalan motivasikepada anak-anak sekolah di wilayah Kecamatan SaleKabupaten Rembang yang tingkat pendidikannya masihrendah. Anak-anak di wilayah ini memiliki keinginan untukmelanjutkan ke jenjang lebih tinggi yang masih rendah.Para mahasiwa ini mengunjungi beberapa sekolah denganberbagai cara untuk bisa dapat memotivasi para siswa.Seperti yang dilakukan di SMP 1 Sale dimana paramahasiswa ini juga melakukan pendekatan kepada paraorang tua melalui rapat orang tua. Tidak hanya orang tuayang diajak untuk berdiskusi tetapi di luar ruangan, anakanaknya diajak untuk diskusi kelompok dan melakukanpendekatan serta pemberian motivasi untuk belajar.“Alhamdulilah kita jadi lebih semangat lagi belajarnya,kakak-kakaknya baik-baik,” tutur salah satu siswa yangmengikuti kegiatan tersebut. (GW/Zul)“Melalui observasi lapangan dan pendekatan denganwarga sekitar bahwa ditemukan tingkat pendidikan di sinimasih rendah dan bisa dibilang sangat rendah karenakebanyakan mereka hanya sampai tamatan SekolahMenengah Pertama (SMP). Setelah lulus SMP, merekabekerja di kota dan bahkan tidak sedikit yangmengganggur tidak memiliki pekerjaan,” ungkap Asy yangsalah satu mahasiswa peserta KKN-T IPBOleh karena itu, mahasiswa IPB membuat programmotivasi ke sekolah-sekolah terutama SMP-SMP diKecamatan Sale. Ada sekitar tiga SMP dan satu MTs yangdikunjungi oleh para mahasiswa.6

Mahasiswa IPB Kembangkan Inovasi Lanskap 3DBumi Perkemahan Gunung Bawang, Bengkayang,Kalimantan BaratSejumlah mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB)melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik diKabupaten Bengkayang. Dalam KKN-T ini merekaberhasil membuat inovasi lanskap 3D (tiga dimensi) BumiPerkemahan Gunung Bawang bernuansa budaya lokal khassuku Dayak sebagai sarana perkemahan dan wisata alamuntuk pelajar dan wisatawan yang berkunjung diBengkayang.Mahasiswa dari Departemen Arsitektur Lanskap IPB yangbernama Yudhy Darma bersama Arzaq Tahara F.(Departemen Manajemen), Allia Nur Rahma (DepartemenSains, Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat), YosieRizkha Amaf (Departemen Agronomi dan Hortikultura) danRachmadi Satria (Departemen Ilmu Tanah dan SumberdayaLahan) membuat perencanaan bumi perkemahan yangdiusulkan terletak di wilayah Desa Suka Bangun,Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang.Sungai Betung pada Lokakarya Akhir KKN-T IPB diKabupaten Bengkayang.Inovasi ini merupakan salah satu hasil dari program KKN-Tyang berlangsung selama 40 hari di KabupatenBengkayang yang memiliki tema Pertanian TerpaduBengkayang. Selain mengembangkan inovasi bumiperkemahan, hasil program lain adalah mahasiswamelakukan pelatihan sistem pertanian terpadu denganpembuatan kompos, silase dan MOL (Mikro OrganismeLokal), praktik lapang budidaya jagung, padi gunung, danjuga pembuatan vertikal garden bersama siswa SekolahDasar. (**/Zul)“Perencanaan bumi perkemahan ini sebenarnya sudahkami tunggu-tunggu sejak lama, mengingat belum adafasilitas perkemahan untuk siswa-siswi kita khususnya diKabupaten Bengkayang. Harapannya dapat segeraditindaklanjuti agar dapat terealisasi,” ujar Turman, Camat7

Kalaborasi Dosen dan Mahasiswa FEM IPB GagasKenaikan Upah dan Motivasi Pekerja, Antarkan RaihJuara I Call of Paper Nasionalberpengaruh terhadap pemerintah dalam menambahlapangan pekerjaan sehingga akan mengurangipengangguran di Indonesia.“Saran saya investor perlu diberikan kepastian oleh parapengusaha terkait perizinan dan penyediaan tenagapekerja yang memiliki mutu berkualitas. Selain itu, regulasiterkait upah pekerja yang dilakukan oleh pemerintah tidakperlu ragu untuk meningkatkan standar upah yangsemakin baik dan layak di seluruh wilayah di Indonesiauntuk memotivasi para pekerja sekaligus membukalapangan pekerjaan baru dengan adanya kenaikaninvestasi di wilayah tersebut,” terang Dr. Findi.Kolaborasi antara mahasiswa dan dosen InstitutPertanian Bogor (IPB) berhasil meraih Juara I dalamCall of Papers pada Seminar Nasional dan KongresISEI XX yang diadakan oleh Ikatan Sarjana EkonomiIndonesia di Bandung awal bulan lalu. Tim kolaborasi terdiridari Dr. Muhammad Findi, M.E. sebagai dosen FakultasEkonomi dan Manajemen (FEM) IPB bersama MuhammadAli Nur Sidiq, S.E. sebagai alumni FEM IPB sekaligusmahasiswa program magister Ilmu Ekonomi IPB.Dr. Findi berharap tim kolaborasi ini dapat menjadi inspirasibaru untuk memberikan kontribusi untuk kemajuanIndonesia. “Alhamdulillah kolaborasi ini membuat sayabangga karena tulisan kami mendapatkan apresiasi,semoga bisa menjadi inspirasi bagi kolaborasi mahasiswadan dosen lain di IPB. Kami juga berharap dapat membawanama harum IPB sebagai institusi pendidikan tinggi yangmampu memberikan kontribusi bagi pemikiranperekonomian nasional,” harap Dr. Findi. (UAM/Zul)Pada kegiatan yang mengusung tema ‘’MemperkuatProduktivitas Perekonomian Indonesia: Harmonisasi SektorFormal dan Informal’’ ini, Dr. Findi dan tim mengangkattema tentang pengaruh tingkat upah pekerja terhadapprestasi pada sektor formal di Jakarta.“Dalam rangka meningkatkan pendapatan nasional, perludukungan sumber daya manusia yang unggul. Secaraumum hipotesa yang diangkat adalah peningkatan upahakan menurunkan investasi, tetapi hal ini tidak berlaku dibeberapa daerah yang memiliki skill labor seperti Jakarta.Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa tingkat upahdan investasi berhubungan positif, dimana faktorpendorong untuk meningkatkan produktivitas pekerja,yaitu peningkatan upah dapat meningkatkan investasi.Maka apabila industri yang menaikkan tingkat upahpekerja tidak akan merasa dibebankan, justru akanmenguntungkan karena pekerja merasa termotivasi danmendorong peningkatan output industri dan berdampakterhadap minat investor untuk menaikkan investasinya.Hasil ini cukup memuaskan bagi para pekerja, industri, daninvestor,’’ jelas Dr. Findi.Dampak dari peningkatan upah pekerja tidak hanyadirasakan oleh pemilik usaha dan investor tetapi juga8

Mahasiswa IPB Gelar Qurban for KambojaKetika fajar menyingsing, Rabu (22/8) warga DesaSanprobey, Kamboja telah bersiap menuju masjiduntuk merayakan Hari Raya Idul Adha 1439 H. Adasuasana yang berbeda kali ini, terdapat tiga warga negaraIndonesia yang turut ikut merayakannya diantara mereka.Ketiga orang tersebut yakni Kemal Al Ashri, Nawfal Zuhdi,dan Yasin Ilyas. Kemal dan Nawfal adalah mahasiswaFakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB) yangmerupakan delegasi dari tim Banana Pirates untukmelaksanakan Project Qurbanana: Qurban for Kamboja.Sedangkan Kang Yasin adalah perwakilan dari Rumah Zakatselaku project analyst tim sharinghappiness.org sebagaiplatform donasi online. Sharinghappiness.org jugamemfasilitasi Banana Pirates dalam mencari donasi untukproyek lainnya, yakni pembangunan madrasah yangdibangun juga di desa tempat Qurbanana 2 inidilangsungkan.Banana Pirates sendiri adalah Sociotraveler Community yangdigagas empat mahasiswa IPB pada bulan November 2016.Komunitas yang terdiri atas 13 orang ini seringmengadakan proyek sosial sambil berkelana ke berbagaidaerah, bahkan ke luar negeri. Tahun ini Banana Pirateskembali mengadakan proyek kurban pada Hari Raya IdulAdha 1439 H di Kamboja. Berbeda dengan tahun lalu yangmencapai tujuh ekor sapi, Proyek Qurbanana yang keduakalinya ini terkumpul donasi dari para donatur Indonesiasenilai dua ekor sapi. Banana Pirates mematok harga Rp 1,8juta untuk setiap donatur yang ingin berqurban 1/7 sapiatau Rp 12,6 juta per ekornya.Setibanya di desa, tim Banana Pirates langsung turun untukmemilih dan membeli sapi dari warga sekitar. Kemal,mahasiswa Fakultas Peternakan IPB memilih sapi yangberkualitas baik dari segi bobot maupun kesehatan. “Hal inisangat diperhatikan karena untuk kurban patutlah kitamemberikan hewan dengan kualitas yang paling baik. Sapiyang dipilih berbobot 250 kilogram dan 300 kilogram.Setelah mendapatkan sapi yang bagus kemudian sapitersebut didistribusikan ke dua komplek yang berbeda.Komplek pertama berlokasi madrasah yang sedangdibangun sementara komplek kedua berjarak kurang lebih3-4 kilometer. Banana Pirates memilih komplek yang belummengadakan pemotongan hewan kurban. Masyarakat punmenyambut Banana Pirates dengan suka cita karenadaerah mereka sudah beberapa tahun ini tidak memotonghewan kurban. Mereka pun sangat bersyukur danberterima kasih pada donatur dari Indonesia yang mauberkurban di daerah mereka. Apalagi sapi yang diberikanmenurut mereka cukup besar dan gemuk sehingga dagingyang didapatkan bisa dibagi secara merata kepada seluruhwarga desa dan sekitar, tutur kemalSelain untuk menyalurkan kurban dari warga Indonesia,Banana Pirates juga ingin menyerahkan dana donasipembangunan madrasah tahap kedua. Adapun pemberiandonasi pembangunan madrasah secara simbolis dilakukanpada sore sebelum hari raya. Donasi diterima oleh imammasjid desa dan didampingi oleh Pak Maher yang berperansebagai penghubung antara Banana Pirates dengan pihakdesa selama ini. Donasi yang terkumpul dan disalurkan kaliini berjumlah Rp.59.831.427. Uang ini akan digunakanuntuk melanjutkan pembangunan yang baru sampai tahap40 persen. Pada November 2017, Banana Pirates telahmenyalurkan dana sebesar 135 US Dollar, 32 ringgit, 82 ribureal ditambah Rp 44.110.964,00. Harapannya, melaluipenyaluran dana ini akan cukup paling tidak sampaibangunan memiliki atap. Penyelesaian bangunan sampailayak guna membutuhkan dana 3000-5000 dollar lagi,karena memang biaya bahan bangunan serta pekerja disana cukup mahal. (*/ris)Berbeda dengan lokasi penyaluran donasi kurban padatahun lalu, kali ini sapi kurban diberikan pada warga diDesa Sanprobey. Lokasi yang sama dengan madrasah yangsedang dibangun oleh tim Banana Pirates dari donaturIndonesia. Pertimbangan pemilihan lokasi ini adalahbanyaknya daerah di desa ini yang tidak mendapat dagingkurban ketika hari raya. Pelaksanaan proyek ini menjadisebuah sarana untuk menjalin dan menguatkan ikatanantara Indonesia dan Kamboja.9