aaaaaaa

Transcription

Newsletter Tiga Bulanan Program Lanskap Berkelanjutan di Jawa TengahSUSTAINABLELANDSCAPENEWSLETTEREdisi 14 - December 2019Kawasan Gunung KembarSINDORO - SUMBING

editorialPemandangan Gunung Sindoro dan GunungSumbing tidak memiliki peran dan dampakSumbing yang berdampingan sangat ikonik.langsung terhadap keberlanjutan sektor kedelaiDua gunung dengan jalan membelah keduanya,Jawa Tengah. Kondisi lahan di Kabupatenserta sawah membentang di kanan dan kiri jalan.Temanggung dan Wonosobo – 2 kabupatenPemandangan ini menjadi pilihan favorit ketikautama di kawasan Sindoro-Sumbing – kuranganak-anak TK diminta untuk menggambarsesuai untuk budidaya kedelai, sehingga hanyagunung.segelintir orang yang menanam kedelai. StatistikJawa Tengah tahun 2017 mencatat total lahanTerlepas dari hal di atas, kawasan Sindoro-kedelai di kedua kabupaten termasuk hanya 12Sumbing merupakan wilayah dengan potensihektar, dengan total produksi 15 ton.pertanian besar. Kawasan Sindoro-Sumbing,khususnya Temanggung, merupakan salah satuPengaruh kawasan Sindoro-Sumbing terhadapsentra nasional untuk bawang putih, tembakau,sektor pertanian Jawa Tengah, khususnya sektordan kopi robusta. Selain menjadi sentra, kawasankedelai adalah pada pembentukan iklim makro diSindoro-Sumbing juga memiliki dua produkJawa Tengah. Kawasan Sindoro-Sumbingpertanian unik yang belum dapat ditemukan ataumerupakan wilayah yang mengalami kebakarandibudidayakan di wilayah lain, yaitu tembakauhampir tiap tahun. Tiap kali, kebakaran dapatsrinthil dan kopi aroma tembakau. Kononmelahap puluhan hingga ratusan hektar hutan,keunikan tembakau srinthil karena lahanbahkan beberapa kali meluas ke wilayah lain.pertanian menerima sinar matahari pada saatTahun lalu saja, kebakaran di kawasan Sindoro-dan lama yang tepat.Sumbing menghanguskan lebih dari 1.000 hektarlahan hutan.Dalam lanskap kedelai, kawasan Sindoro-1

Kebakaran tahunan ini dipengaruhi olehbeberapa penyebab. Yang pertama, kemaraupanjang. Daun dan ranting kering akanbergesekan saat terjadi angin kencang danmenimbulkan percikan apik.Penyebab keduaadalah manusia, baik disengaja atau tidakSUSTAINABLE LANDSCAPE NEWSLETTER adalahmedia informasi nirlaba yang mendukung usahapemerintah Provinsi Jawa Tengah untukmewujudkan lanskap berkelanjutan dankegiatan-kegiatan yang telah dilakukan untukmewujudkannya.disengaja. Pembukaan lahan adalah salah satuyang memicu kebakaran di kawasan SindoroSumbing, seperti yang terjadi September tahunlalu. Seorang warga menebang pohon hutanGambar SampulSisi Gunung Sumbing dari Desa Kajoran,Temanggunguntuk membuka lahan baru, kemudianmembakar semak dan ranting-ranting untukmembersihkan lahan. Meski mengatakan telahmeninggalkan lokasi pembakaran dalam kondisiapi telah padam, nyatanya api belum seluruhnyapadam dan dengan cepat membakar semaksemak kering di sekitarnya.Sumber Gambar SampulLandscaperAlamat RedaksiPotrowanen RT.04 RW 02Donohudan, NgemplakBoyolali 57375Newsletter kali akan mengupas sedikit tentangtiga komoditas utama di kawasan SindoroSumbing.2

Sumber gambar : detik.com3

Sisi Gunung Sumbing yang terlihat dari Embung KledungGunung Sumbing merupakan salah satu gunung apiyang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Gunung inimerupakan gunung tertinggi ketiga di Pulau Jawa.Gunung Sumbing memiliki ketinggian 3.371 mdpl.Gunung ini berdampingan dengan Gunung Sindoro yangmemiliki ketinggian 3.150 mdpl. Meskipun dikatakanaktif, letusan terakhir Gunung Sindoro terjadi tahun 1971.Sama seperti tetangganya, Gunung Sumbing juga dalamstatus dorman. Letusan Gunung Sumbing terakhir tercatatpada tahun 1730.Secara administratif, Gunung Sumbing terletak di 3kabupaten, yaitu Magelang, Temanggung, danWonosobo, tepatnya di barat daya Temanggung,sedangkan Gunung Sindoro berada pada KecamatanTemanggung dan Wonosobo. Celah antara GunungSindoro dan Gunung Sumbing dilalui oleh jalan provinsiyang menghubungkan Kabupaten Temanggung danKabupaten Wonosobo.Kedua gunung tersebut masih termasuk dalam satu jalurpegunungan. Dan karena letaknya yang berdekatan sertakondisi alamnya yang tidak berbeda jauh, kedua gunungini juga sering disebut gunung kembar. Gunung Sindorodan Sumbing merupakan gunung yang relatif gersang.Bahkan pada jalur pendakian, tidak ditemukan satusumber airpun. Meskipun keduanya sama-samamerupakan tujuan pendakian favorit, Gunung Sumbingrelatif lebih terjal daripada Gunung Sindoro.4

Sumber gambar : pixabay.comTembakau Spesial dari Lereng SumbingTembakau merupakan salah satu komoditas pentingLereng Gunung Sumbing – Sindoro memiliki agroekologiIndonesia. Meskipun konsumsi tembakau dalamyang khas – lahan kering, berikilim kering dataran tinggi.bentuk rokok kerap mendapat perlawanan dari praktisiKabupaten Temanggung merupakan salah satu wilayahkesehatan, nyatanya, seperti dilansir dalam situs resmipionir penanaman tembakau di Indonesia. TembakauKementerian Perindustian, tembakau masih berkontribusiyang ditanam di wilayah tersebut nampaknyasebanyak Rp 138,69 triliun atau 96,65% terhadapberadaptasi dengan lingkungan sekitarnya sehinggapendapatan cukai nasional tahun 2016. Nilai ekonomimenghasilkan tembakau dengan ciri yang berbeda.menjadi alasan utama kenapa tanaman ini masihTembakau Temanggung memiliki kadar nikotin lebihdiminati oleh banyak petani.tinggi dari tembakau lain di Indonesia, sedangkan kadargulanya lebih rendah. Karena kekhasannya, tembakauJawa Tengah merupakan salah satu penghasil utamaTemanggung dikategorikan sebagai produk dengantembakau Indonesia. Sebagian besar tembakau dariIndikasi Geografis.Jawa Tengah yang dihasilkan berasal dari perkebunanrakyat di kawasan Sindoro – Sumbing. Dari 3 kabupatenMeskipun demikian, produktivitasnya sangat rendahyang berada dalam kawasan Sindoro – Sumbing, sektordibanding sentra produksi lainnya seperti Lombok Timurtembakau Temanggung adalah yang berkembang palingdan Lombok Tengah. Dari publikasi Badan Statistikbaik. Bahkan Temanggung menjadi sentra tembakauIndonesia, produktivitas tembakau di KabupatenJawa Tengah. Sedangkan di tingkat nasional, luas lahanTemanggung baru sekitar 350 kg per hektar, tidak sampaitembakau di Kabupaten Temanggung adalah yangseperlima dari produktivitas tembakau di Lombok.terluas.Salah satu yang menyebabkan rendahnya produktivitasPerkebunan tembakau di Temanggung berkembangtembakau Temanggung adalah varietas yang ditanam.dengan baik karena kondisi alam yang mendukung.Sebagian besar petani di Temanggung menanam5

Ilustrasi daun tembakau keringrajangan daunnya saling melekat dan membentukgumpalan-gumpalan kehitaman seperti kotorankambing (dalam Bahasa Jawa disebut srinthil).Munculnya tembakau srinthil ini sulit diprediksi. Adatidaknya tembakau srinthil biasanya baru diketahuisetelah proses pengeringan atau pemeraman, melaluibau menyengat dan gumpalan yang dihasilkan. Biasanyatembakau ini muncul saat panen terakhir. Tapi lagi-lagimunculnya tidak dapat diprediksi, karena tergantungjuga pada cuaca bagus sejak tanam hingga panen.Tembakau srinthil mungkin muncul jika terjadi kemaraupanjang.Langkanya jenis tembakau ini membuat harganyafantastis. Tembakau srinthil dihargai 500 ribu perkilogramnya, bahkan beberapa kali pernah mencapai 1tembakau varietas Kemloko, sedangkan varietas dijuta rupiah per kilogramnya. Sedangkan harga tembakaudaerah Lombok adalah tembakau Virginia. Petanibiasa biasanya sekitar 100 ribu per kilogramnya.tembakau di Temanggung sulit beralih ke varietas lainkarena Kemloko merupakan varietas asli TemanggungKeunikan lain tembakau srinthil adalah tembakau inisehingga sesuai dengan kondisi lingkungan dihanya muncul di lahan yang berada di sisi utara GunungTemanggung dan harga benihnya relatif lebih terjangkau.Sindoro dan Gunung Sumbing. Keunikan ini melayakkantembakau srinthil untuk memperoleh sertifikasi indikasiSelain itu, tembakau varietas Kemloko juga banyakgeografis dari Kementerian Hukum dan HAM. Kualitasdiminati pabrikan. Tembakau Temanggung merupakantembakau srinthil yang dihasilkan di lereng Gunungtembakau rajang dan bahan baku penting dalam industriSumbing relatif lebih tinggi daripada yang dihasilkan dirokok kretek, terutama untuk memberi rasa dan aroma.lereng Gunung Sindoro.Komposisi tembakau Temanggung dalam racikan (blend)rokok kretek antara 12 – 24%.Tembakau srinthilTembakau Srinthildari varietas Kemloko adalah tembakau srinthil hanyabisa diperoleh dari varietas tersebut. Tembakau srinthiladalah daun tembakau yang memiliki kandungan nikotinlebih tinggi daripada tembakau pada umumnya. Karenabegitu tinggi, daun tembakau mengeluarkan cairan danSumber gambar : jawapos.comAlasan lain mengapa petani Temanggung sulit beralihbau yang menyengat saat pemeraman, kemudian6

Pola TlahapPerbedaan kualitas terjadi pula pada tembakaurajangan. Menurut rencana induk sektor tembakau yangpabrik rokokBudidaya monokultur tembakau memberikan dampakkretek masih membagi lagi kualitas tembakau rajangannegatif terhadap lingkungan. Namun, menggantinyaberdasarkan lokasi tumbuhnya di Kawasan Sindoro –dengan komoditas lain juga bukan perkara mudah.Sumbing. Menurut mereka, kualitas tembakau terbaikSeperti disebutkan di awal, tembakau berkontribusi besardihasilkan di lereng utara dan timur Gunung Sumbing,terhadap pendapatan daerah dan nasional.dan tembakau ini disebut dengan Tembakau Lamuk.Menggantinya dengan komoditas yang nilai ekonominyaKemudian, kualitas di bawahnya adalah Lamsi, Paksi,tidak sebanding tentu akan menurunkan pemasukan.Toalo, Kidul, Tionggang, dan Swanbing.Selain itu, budidaya tembakau di kawasan Sindoro –diunggah oleh Bappeda Temanggung,Pembagian mutu tembakau rajangan Temanggung menurut pabrik rokok kretek1. Tembakau LamukMerupakan tembakau dengan mutu terbaik, dibudidayakan di lereng utaradan timur Gunung Sumbing2. Tembakau LamsiDibudidayakan di lereng utara dan timur Gunung Sumbing3. Tembakau PaksiDibudidayakan di lahan tegal sebelah utara dan timur Gunung Sindoro4. Tembakau ToaloDibudidayakan di selatan dan barat Gunung Sumbing, di sekitar jalan menujuWonosobo, meliputi Desa Tlogomulyo hingga Parakan5. Tembakau KidulDibudidayakan di sebelah timur Gunung Sumbing yang berbatasan dengantembakau Lamsi dan Tionggang/Sawah6. Tembakau Tionggang/SawahDibudidayakan di sawah sebelah selatan dan tenggara Gunung Sindoro7. Tembakau SwanbingDibudidayakan di sebelah selatan Gunung PrauSumber: Pinasthika, 2015Sumbing sudah berlangsung lama dan seolah menjadiDampak pada lingkunganbudaya masyarakat setempat. Budidaya tembakauTembakau di kawasan Sindoro – Sumbing umumnyamerupakan salah satu keahlian utama masyarakat.ditanam pada daerah lereng. Sebagian di antarayaBeralih ke komoditas baru memiliki resiko kegagalandilakukan pada lahan dengan kemiringan lebih dari 15%,relatif lebih tinggi karena masyarakat belum cukupyang sangat meningkatkan resiko terjadinya erosi danterbiasa menanam komoditas selain tembakau.tanah longsor. Budidaya tembakau dilakukan secaraintensif setiap tahu tanpa jeda. Pola tanam semacam iniNamun untuk mengurangi dampak negatif tembakaumendorong perkembangan patogen dalam tanah.terhadap lingkungan, pemerintah daerah mencetuskanTerlebih lagi, budidaya dan cara pengolahan tanah yangpola tumpangsari tembakau dengan kopi, yang disebutdilakukan oleh petani pada umumnya dengan membalikdengan Pola Tlahap. Pola tanam ini pada mulanyalapisan tanah. Cara budidaya semacam inidilakukan untuk mengantisipasi risiko kegagalan panenmenyebabkan kesuburan tanah cepat berkurangtembakau akibat cuaca yang tidak menentu. Pola inisehingga produktivitas tembakau juga menurun. Kondisipertama kali diujicobakan di Desa Tlahap, Kecamatanini mendorong petani untuk menggunakan pupuk kimiaKledung, Kabupaten Temanggung – dari sinilah namalebih banyak sebagai solusi instan untuk meningkatkanPola Tlahap berasal.hasil produksi.7

Selain menambah pendapatan petani, tumpangsariPetani menilai pola tanam ini cukup bermanfaat karenadengan kopi bertujuan untuk mengkonservasi lahanmereka tidak lagi hanya bergantung pada tembakaupertanian dan sumber air, terutama yang berada diyang nilai jualnya belum tentu bagus. Selain itu, pohonlereng gunung. Pohon kopi memiliki akar yang cukupkopi ternyata tidak mengganggu pertumbuhankuat untuk menahan erosi. Selain itu, pohon kopitembakau. Pola Tlahap kemudian diadopsi oleh sebagianmembantu mengikat karbon dioksida, yang merupakanbesar petani tembakau di Kawasan Sindoro – Sumbing,salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan global.khususnya di Kecamatan Kledung, Bulu, dan Bansari.Karakteristik Sektor Kopi TemanggungKopi merupakan salah satu komoditas unggulanbanyak di masing-masing kecamatan. KecamatanK a b u p a t e n Te m a n g g u n g . D a l a m K a j i a nKledung memiliki 18 pengolah kopi, Wonoboyo 44Pengembangan Ekonomi Lokal Kabupaten Temanggungpengolah kopi, Kandangan 46 pengolah kopi, dan yangtahun 2013, disebutkan sekitar 1.000 orang bekerjaterbanyak di Candiroto dengan 60 pengolah kopi.pada sentra industri kecil kopi dan 2.500 orang di industriKeberadaan pengolah kopi di Kandangan dan Kledungpengolahan kopi di Temanggung.cenderung memusat, sedangkan di Wonoboyo danCandiroto cenderung merata.Kopi yang berasal dari wilayah ini bahkan memperolehsertifikat indikasi geografis. Keunikan kopi TemanggungCandirototerletak pada rasanya yang berpadu dengan rasaKandangan465.762608.397tembakau. Cita rasa tembakau muncul karena kopiTemanggung dibudidayakan di lahan yang sama dengantembakau.Kopi yang dibudidayakan di Temanggung, adalah kopirobusta dan arabika. Meski memiliki produk kopiarabika, kopi robusta mendominasi produksi kopi dariKabupaten Temanggung. Berdasarkan data pada sebuahjurnal nasional tahun 2015, luas lahan kopi robustamencapai 9.100 hektar, sedangkan kopi arabika hanyasekitar 1.400 hektar.Berada pada dataran tinggi dengan suhu 20 – 24 oC,kondisi geografis Kabupaten Temanggung memangsesuai untuk tanaman kopi. Hampir seluruh wilayahTemanggung membudidayakan kopi. Penghasil kopiWonoboyoterbesar di kabupaten ini berada di Kecamatan Kledung,442.025Wonoboyo, Candiroto, dan Kandangan.Tidak hanya kebun kopinya, hampir seluruh kecamatanKledung182.418di Kecamatan Temanggung juga memiliki pengolahanJumlah pengolah kopi dan petani kopi di sentra kopiKabupaten Temanggungkopi. Terdapat pabrik pengolahan kopi yang cukupSumber: Pinasthika, 20158

Karakteristik pengolahan kopi di masing-masingkecamatan pun berbeda-beda. Perbedaan inimenyebabkan permasalahan yang dihadapi masing-Persebaran pengolahan kopi di sentra kopiKabupaten Temanggungmasing kecamatan juga berbeda.Sumber: Pinasthika, 2015Kecamatan yang memproduksi kopi arabika, dicara basah atau semi basah. Kedua pengolahan ini lebihantaranya Kecamatan Kledung, memiliki keuntunganmampu menonjolkan cita rasa dan mutu terbaik biji kopiketika memasarkan ke luar daerah. Kopi arabikaa r a b i k a . D i Ke c a m a t a n K l e d u n g, s e p a r u h n y aTemanggung termasuk yang berhak atas indikasimenggunakan pengolahan kopi cara basah.geografis Arabika Jawa Sindoro Sumbing, karenanyatidak dapat diklaim oleh daerah lain. Kecamatan KledungSedangkan mayoritas petani kopi di tiga kecamatandan beberapa kecamatan lainnya juga memiliki mesinlainnya membudidayakan kopi robusta, sehinggapengolah kopi cukup lengkap.pengolahan cara kering lebih diminati. Pengolahan carakering lebih sederhana daripada cara basah, baik dariVarietas kopi yang dibudidayakan di wilayah setempattahapan maupun dari peralatan yang digunakan. Dijuga mempengaruhi cara pengolahan kopi yangKe c a m a t a n C a n d i r o t o d a n Ka n d a n g a n , 9 0 %berkembang di wilayah tersebut. Petani kopi dimenggunakan pengolahan kopi cara kering. DiKecamatan Kledung lebih banyak membudidayakan kopiWonoboyo, pengolahan cara kering juga mendominasi,arabika, sehingga pengolahan yang digunakan adalahmeskipun hanya sekitar 70%.9

Sumber gambar : pixabay.comIlustrasi bawang putihTemanggung Digadang Jadi Pusat BenihBawang Putih NasionalSaat ini, kawasan Sindoro – Sumbing memang lebihputih yang dihasilkan. Bawang putih asal Temanggungdikenal sebagai produsen kopi dan tembakau.dikenal memiliki kualitas unggul. Bahkan bawang putihNamun jika ditelusuri beberapa tahun ke belakang,yang berasal kabupaten ini diklaim sebagai yang terbaikbawang putih juga pernah cukup populer di wilayah ini,di Pulau Jawa. Varietas lokal mendominasi varietaskhususnya di Kabupaten Temanggung. Rekomendasibawang putih yang ditanam di Temanggung, diImpor Produk Hortikultura (RIPH) Bawang Putih tahunantaranya lumbu kuning, lumbu hijau, dan lumbu putih.2017 mencatat, kabupaten ini pernah memiliki luasBawang putih lokal yang ditanam di Temanggunglahan bawang putih mencapai 1.291 hektar. Sayangnya,memiliki rasa lebih pedas dan ukuran siung lebih besar.pada tahun 2016, luasnya tinggal 236 hektar.Pengembangan bawang putih nasional, termasuk diMeskipun demikian, Temanggung masih menjadi salahTemanggung, menggandeng importir bawang putih.satu sentra bawang putih di Indonesia. Kabupaten iniPeraturan Menteri Pertanian Nomor 16 Tahun 2017merupakan sentra bawang putih kedua setelah Lomboktentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH)Timur. Potensi lahan bawang putih di kabupaten inimewajibkan importir menanam bawang putih di dalammencapai 3 ribu hektar. Oleh karenanya, pemerintahnegeri sebesar 5 persen dari total impor yang diajukan.menjadikan Temanggung sebagai salah satu wilayahDari target penanaman 3 ribu hektar, dua pertiganyaprioritas dalam pengembangan sektor bawang putih.merupakan target penanaman oleh importir.Kondisi geografis Temanggung memang sangatPemerintah daerah setempat mendorong petani untukmendukung budidaya bawang putih. Sebagian besarmenghasilkan bibit bawang putih. Selain harganya lebihwilayah Temanggung memiliki ketinggian lebih dari 900baik dibandingkan bawang putih konsumsi,m, sehingga cocok untuk bawang putih. Sebagian besarswasembada benih diperlukan untuk keberlangsunganbawang putih ditanam di Kecamatan Kledung, Parakan,sektor bawang putih nasional. Pemerintah KabupatenTretep, Bulu, Candiroto, dan Ngadirejo.Temanggung berharap wilayahnya dapat menjadi pusatbenih bawang putih nasional.Kesesuaian lokasi ini tentu mempengaruhi mutu bawang10