aaaaaaa

Transcription

View metadata, citation and similar papers at core.ac.ukbrought to you byCOREprovided by Universitas Kristen Indonesia: Institutional RepositoryTAMAN WISATA KOPENG DI KABUPATEN SEMARANGDengan pendekatan konsep arsitektur vernacularMuhammad Azid K1), M. Maria Sudarwani2)Esti Yulitrianai T3)Universitas PandanaranJl. Banjarsari Barat No. 1, Pedalangan, Banyumanik, id3)esti.yulitriani@gmail.comAbstrakPariwisata saat ini telah berkembang lebih dari sekedar melakukan perjalanan ke suatu tempat ataulokasi, namun berinteraksi dengan masyarakat sekitar dan adanya kecenderungan pada kegiatan yangberkaitan dengan alam serta keperdulian terhadap lingkungan. Kecenderungan baru dalam bidangpariwisata ditandai dengan semakin banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi daerah-daerahterpencil yang jarang dijamah wisatawan masal seperti arung jeram, safari, kemping, mendaki gununghingga tinggal di pondokan desa terpencil. Belantara tropika di seluruh kepulauan Indonesia merupakansuatu tujuan ekowisata yang memiliki nilai khas budaya yang tinggi serta keunikan alam yangmerupakan potensi pengembangan wisata yang harus dikelola dengan baik.Kawasan Wisata Kopeng merupakan salah satu tujuan ekowisata Kecamatan Getasan yang terdiridari: Penginapan Kartika Wisata, Bumi Perkemahan Umbul Songo, dan pos Pendakian GunungMerbabu di dusun Tekelan. Pengelolaan obyek yang ada di Kawasan Wisata Kopeng cenderung berdirisendiri-sendiri dan kurang melibatkan peranserta masyarakat dalam pengelolaan dan pengambilankeputusan yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata baik dari segi promosi maupun penyediaansarana prasarana penunjang sehingga dinilai kurang kompetitif. Oleh karena itu perlu adanya penentuanstrategi pengembangan yang dapat memaksimalkan potensi wisata yang ada serta mampu mengenalkanKawasan Wisata Kopeng pada khalayak yang lebih luas. Potensi Kawasan Wisata Kopeng mencakupkegiatan di sektor pariwisata dan sektor pertanian.AbstractTourism today has grown beyond just traveling to a place or location, but interacting with thesurrounding community and a tendency towards activities related to nature and environmentalawareness. The new trend in tourism is characterized by more and more tourists who are interested invisiting remote areas rarely touched by mass tourists such as rafting, safari, camping, mountainclimbing to live in remote village huts. Tropical wilderness throughout the Indonesian archipelago is anecotourism destination that has a distinctive high cultural value as well as the uniqueness of naturewhich is a tourism development potential that must be managed properly.Kopeng Tourism Area is one of the ecotourism destination of Getasan District which consists of:Kartika Wisata, Umbul Songo, and Mount Merbabu climbing post in Tekelan hamlet. Management ofexisting objects in Tourism Area Kopeng tend to stand alone and less involving the participation of thecommunity in the management and decision-making related to the development of tourism both in termsof promotion and provision of supporting facilities so that infrastructure is considered less competitive.Therefore it is necessary to determine the development strategy that can maximize the existing tourismpotential and be able to introduce Tourism Area Kopeng to a wider audience. Potency of KopengTourism Area covers activities in tourism sector and agriculture sector.PENDAHULUANIndonesia memilki banyak potensi dansumber daya alam yang belum dikembangkansecara maksimal, termasuk didalamnya disektor pariwisata. Untuk lebih memantapkanpertumbuhan sector pariwisata dalam rangkamendukung pencapaian sasaran pembangunan,sehingga perlu diupayakan pengembanganproduk-produk yang mempunyai keterkaitandengan sektor pariwisata. angsa,dengan

memanfaatkan seluruh potensi keindahan dankekayaan alam Indonesia. Pemanfaatan disinibukan berarti merubah secara total, tetapi lebihberartimengelola,memanfaatkandanmelestarikan setiap potensi yang ada, dimanapotensi tersebut dirangkaikan menjadi satu dayatarik wisata.Kabupaten Semarang merupakan salah satudaerah yang memiliki daya tarik wisata untukdikunjungi. Salah satu Kawasan wisata yangberada di Kabupaten Semarang yang terpopuleryaitu Kawasan Wisata Kopeng. KawasanWisata Kopeng Kbupaten Semarang merupakansalah satu Kawasan wisata yang berada dilereng Gunung Telomoyo, Merbabu, danAndong. Sehingga objek wisata ini mempunyaiudara yang sangat sejuk karena berada diketinggian 1.450 meter dari permukaan laut.Kawasan wisata ini terdapat di perbatasanantara Kota Semarang dan Salatiga tepatnya diKecamatan Getasan, Kab.Semarang. Sehinggatidak adil rasanya jika kita mengatakan bahwaojek wisata ini hanya kepunyaan wargaSemarang. Kawasan Wisata Alam Kopeng iniberjarak 54 kilometer dari Kota Semarang atau14 Kilometer dari Kota Salatiga.Kawasan Wisata Kopeng juga mempunyaibanyak tujuan ekowisata yang terdiri dari:Penginapan Kartika Wisata, Bumi PerkemahanUmbul Songo, kopeng treetop adventure park,dan pos Pendakian Gunung Merbabu di dusunTekelan.Potensi Kawasan Wisata Kopeng mencakupkegiatan di sektor pariwisata dan sektorpertanian. Salah satu bentuk pemanfaatanpotensi yang ada adalah dengan menentukanstrategi pengembangan kawasan Kopeng yangberbasis pada potensi wisata alam danpertanian. Hasil yang diharapkan dari penentuanstrategi pengembangan Kawasan WisataKopeng adalah untuk meningkatkan nilaikompetitif Kawasan Wisata Kopeng terhadapkluster lain yang ada di Kabupaten Semarang,selain itu juga dapat memaksimalkan potensiwisata melalui pemberdayaan masyarakat lokaldalam kegiatan ekowisata.TINJAUAN TEORITamanAsal mula pengertian kata taman (garden,Inggris) dapat ditelusuri dari bahasa Ibrani gan,yang berarti melindungi atau mempertahankan :dimana menyatakan secara tidak langsung halpemagaran atau lahan berpagar, dan oden ataueden,yangberartikesenanganataukegembiraan. Jadi dalam bahasa Inggrisperkataan ‘’garden’’ memiliki gabungan darikedua kata-kata tersebut, yang berarti sebidanglahan berpagar yang digunakan untukkesenangan dan kegembiraan.Pengertian taman (park) yang dikutip dariwikipedia adalah sebuah areal yang berisikankomponen material keras dan lunak yang salingmendukung satu sama lainnya yang sengajadirencanakan dan dibuat oleh manusia dalamkegunaanya sebagai tempat penyegar dalam danluar ruangan. Taman dapat dibagi dalam tamanalami dan taman buatan. Taman yang seringdijumpai adalah taman rumah tinggal, tamanlingkungan, taman bermain, taman rekreasi,taman botani.Wisata- Wisata (tourist attraction): adalah segalasesuatu yang menjadi daya tarik bagi oranguntuk mengunjungi suatu daerah tertentu.(Oka A. Yoeti, Pengantar Ilmu Pariwisata,Angkasa, Bandung, 1985)- Menurut Soetomo (1994:25) yang didasarkan pada ketentuan WATA (WorldAssociation of Travel Agent PerhimpunanAgen Perjalanan sedunia), wisata adalahperjalanan keliling selama lebih dari tigahari, yang diselenggarakan oleh suatu kantorperjalanan di dalam kota dan acaranya antaralain melihat-lihat di berbagai tempat ataukota baik di dalam maupun di luar negeri.Taman WisataTaman wisata alam adalah kawasan hutankonservasi yang bisa dimanfaatkan untukkegiatan pariwisata dan rekreasi. Kegiatanpariwisata yang dilaksanakan di hutan wisataalam tidak boleh bertentangan dengan prinsipkonservasi dan perlindungan alam.Taman wisata alam juga dapat didefinisikansebagai suatu kawasan hutan yang tidak hanyadigunakan sebagai tempat konservasi tetapi jugadimanfaatkan sebagai hutan wisata dan rekreasialam. Meskipun digunakan sebagai tempatwisata,pengelolaannyatidakbolehbertentangan dengan prinsip pelestarian danperlindungan alam.Wisata PegununganWisata adalah kegiatan perjalanan atausebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukansecara sukarela serta bersifat sementara untukmenikmati obyek dan daya tarik wisata.Berdasarkan pengertian diatas, Wisata Alam

pegunungan memiliki pengertian wisata (obyekwisata) yang daya tarik utamanya adalahbersumber kepada keindahan alam, sumberdaya alam dan tata lingkungan yang terletak dilingkungan dataran tinggi. Berikut ini adalahbeberapa contoh Keindahan Wisata alam.(wordpress.com)Contoh Taman Wisata Alam1. Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh2. Taman Nasional Baluran di Jawa Timur3. Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara4. Green Canyon di Jawa Barat5. Danau Toba di Sumatera Utara6. Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur7. Gunung Bromo di Jawa TimurFungsi Taman WisataPemanfaatan Taman Wisata ditetapkanpengelolaannya dengan system zoning. Denganadanya zonasi kawasan ini dapat mempunyaifungsi :1. Daerah Perlindungan Alami dengan fungsiutama untuk komunitas botis alami.- Daerah ini berfungsi untuk melindungialam dalam keadaan yang terganggusama sekali.- Daerah rimba berfungsi untuk melindungisuatu spesies, komunitas biotis, bentangalam yang menarik, yang memerlikancampurtanganmanusiauntukkelestariannya serta dapat dikunjungidalam keadaan terbatas.- Daerah liar berfungsi melindungi alamuntuk tujuan rekreasi dan pariwisataDaerahAntropologiyangberfungsimelindungi suatu daerah dengan kehidupantradisional yang berfungsi melindungibentang alam yang dibentuk oleh kegiatanmanusia masa lalau dan masih tetapterpelihara.2. Daerah Perlindungan tempat bersejarah danarkeologi yang berfungsi untuk melindungibudaya, yang dapat dimanfaatkan sebagaipendidikan dan kebudayaan, rekreasi danpariwisata.Manfaat Taman Wisata AlamJenis hutan yang berbeda tentu mempunyaimanfaat yang berbeda pula. Begitu juga denganhutan konservasi yang digunakan untuk hutanwisata. Keberadaannya membawa banyakmanfaat, tak hanya untuk manusia tetapi jugauntuk alam itu sendiri. Berikut adalahpenjelasan manfaat taman wisata alam.1. Tempat rekreasi dan wisata alamSeperti namanya, manfaat taman wisata alamyang pertama adalah sebagai tempat rekreasidan wisata alam. Hal tersebut juga sudahdiatur oleh Kementrian Kehutanan bahwasalah satu tujuan ditetapkannya hutankonservasi adalah untuk kegiatan wisataalam.Wisata alam di hutan berbeda dengan tempatwisata lainnya. Hutan membuat pengunjunglebih dekat dengan alam. Anak- anak jugabisa berkenalan dengan alam danmembiasakan sejak dini untuk menjagaalam.2. Sebagai sarana edukasiTaman wisata alam merupakan tempat yangsesuai untuk proses pembelajaran bagisemua umur. Selain belajar tentang alam, disini juga bisa di adakan kegiatan outbondyang melatih kerjasama, kebersamaan,kepemimpinan dan soft skill lain yangdibutuhkan manusia sebagai makhluk sosial.3. Sebagai sarana penelitianBanyak peneliti yang memanfaatkan alamsebagai laboratorium, atau disebut jugalaboratorium alami. Hal tersebut karena alamsudah menyediakan sarana yang lengkapuntuk diteliti.4. Sebagai penunjang aktivitas budayaTaman wisata alam biasanya juga dihunioleh suku asli daerah dimana taman ituberada. Adat dan budaya yang mereka milikimenjadi hal baru yang menarik bagiwisatawan.METODOLOGIPerancangan ini diungkapkan secara garisbesar tentang pemikiran-pemikiran dan konsepperancangan fisik dengan didasarkan padapedoman perancangan yang meliputi :1. Tujuan perancangan2. Kondisi tapak perencanaan3. Aktivitas dan sirkulasi4. Perancangan bangunan meliputi bentukmassa bangunan, penampilan bangunan, tataruang dalam dan luar, struktur dan bahanbangunan.5. Perlengkapan bangunan, yang meliputipersyaratan fisik dan utilitas bangunan.Konsep perancangan fisik pada KawasanWisata Telaga Sarangan KabupatenMagetan yang diperlihatkan dalam babberikutnya, yaitu :a. Aspek fungsionalb. Aspek kontekstualc. Aspek kinerja

d. Aspek teknik/strukture. Aspek arsitekturalDari uraian di atas diharapkan terwujudperancangan sebuah Kawasan Wisata TelagaSarangan Kabupaten Magetan, sebagai tempatwisata alami yang dapat memberikan nuansakenyamanan liburan wisata telaga danpemandangan pegunungan yang berfungsisebagai rekreasi dengan sarana dan prasaranayang terintegrasi serta memanfaatkan potensiyang ada, dimana fasilitas ini bersifat komersialuntuk disewakan.Sarana dan Prasarana Taman Wisataa. Prasarana WisataPrasarana wisata adalah semua fasilitasutama atau dasar yang memungkinkansarana kepariwisataan dapat hidup danberkembang dalam rangka memberikanpelayanan kepada para wisatawan.Termasuk prasarana wisata:1. Prasarana perhubungan, meliputi: jalanraya, jembatan dan terminal bus, relkereta api dan stasiun, pelabuhan udara(air-port) dan pelabuhan laut (seaport/harbour)2. Instalasi pembangkit listrik dan instalasiair bersih.3. Instalasi penyulingan bahan bakarminyak.4. Sistem pengairan atau irigasi untukkepentingan pertanian, peternakan danperkebunan.5. Sistem perbankan dan moneter.6. Sistem telekomunikasi seperti telepon,pos, telegraf, faksimili, telex, email, danlain.7. Prasarana kesehatan seperti rumah sakitdan pusat kesehatan masyarakat.8. Prasarana, keamanan, pendidikan danhiburan.b. Sarana WisataSarana wisata adalah fasilitas danperusahaan yang memberikan pelayanankepada wisatawan baik secara langsungmaupun tidak langsung. Maju mundurnyasarana kepariwisataan tergantung padajumlah kunjungan wisatawan. Sarana wisatameliputi:1. Perusahaan perjalanan seterti travel agen,travel byreu dan tour operator.2. Perusahaantransportasi,transportasi angkutan wisata.3. Biro perjalanan wisata.terutamaAspek Perencanaan dan Perancangana. Aspek ide/konsepAspek ide/konsep merupakan tahap awaldalam metode apresiatif yang merupakanpemberangkatan ide awal dengan sep Taman Wisata Kopeng berawaldari penggalian potensi yang semakinberkembang dan memiliki potensi tersendiri diDesa Kopeng. Dari penggalian potensi danpenentuan gagasan awal tersebut menjadi latarbelakang desain yang kemudian menentukantujuan dan sasaran desain. Dari penentuantujuan dan sasaran, dilakukan tahap selanjutnyakajian pustaka sebagai dasar perancanganarsitektural. Kajian pustaka dilakukan melaluipenggalian teori dari buku atau internet yangterkait Taman Wisata Kopeng.b. Aspek transformasiDalam tahap aspek transformasi merupakantahap yang diawali dengan penggalian dataterkait Taman Wisata Kopeng KabupatenSemarang. Penggalian data ini dilakukandengan melakukan survey lapangan. Selainuntuk penggalian data, survey lapangan jugadilakukan untuk penentuan lokasi tapak danmengumpulkan data mengenai keadaanlingkungan dan potensi sekitar site atau lokasiterpilih. Dari data yang didapat, dilanjutkandengan penentuan kriteria desain yang akanmenjadi dasar analisa perencanaan danperancangan, serta merumuskan konsep desain.Dalam tahap analisa dilakukan melalui prosespenguraian data-data dan pembuatan gambaransebagai media analisa. Tahapan analisadikelompokkan menjadi analisa programatikdan analisa pemrograman arsitektur. Analisaprogramatik merupakan penerjemahan strukturpengguna dan kegiatan yang diwadahi. Analisaini berkaitan dengan pendekatan sistem fungsidari wadah arsitektur sehingga ditemukanpersyaratan karakteristik respon desain.Sehingga dalam analisa ini dilakukanidentifikasi pengguna dan alur kegiatan untukmendapatkan konsep kegiatan dan ruang sesuaiperencanaan Taman Wisata Kopeng KabupateSemarang. Sedangkan analisa pemrogramanarsitektur merupakan penerjemahan analisaberdasarkan fungsi dan persyaratan secaraarsitektural ke dalam spesifikasi obyek yang

dirancang. Dalam analisa ini dilakukan analisaprogram bentuk, ruang, tapak, struktur danutilitas.c. Aspek fisik produkAspek fisik produk merupakan aspek dengandua tahap akhir dari perencanaan danperancangan, yaitu tahap sintesa danapresiasi berdasar konsep. Tahap sintesa adalahpenyatuan keseluruhan data dan hasil analisauntuk mencapai tujuan dan sasaran yang telahditetapkan. Data dan analisa tersebut diolahdengan ketentuan dan persyaratan untukmenghasilkanolahanberupakonsepperencanaan dan perancangan antara lainkonsep lokasi dan site, konsep peruangan,konsep tampilan bangunan, konsep utilitas danstruktur bangunan yang akan dikembangkanditranformasikan dalam bentuk fisik.Kajian Arsitektur VernakularArsitektur vernakular adalah arsitektur yangtumbuh dan berkembang dari arsitektur rakyatyang lahir dari masyarakat etnik dan berakarpada tradisi etnik, serta dibangun oleh tukangberdasarkan pengalaman (trial and error),menggunakan teknik dan material lokal sertamerupakan jawaban atas setting lingkungantempat bangunan tersebut berada dan selalumembuka untuk terjadinya transformasi. Menurut Sonny Susanto, salah seorangdosen arsitek pada Fakultas Teknik UniversitasIndonesia mengatakan bahwa arsitekturvernakular merupakan bentuk perkembangandari arsitektur tradisional, yang mana arsitekturtradisional masih sangat lekat dengan tradisiyang masih hidup, tatanan kehidupanmasyarakat, wawasan masyarakat serta tata lakuyang berlaku pada kehidupan sehari-harimasyarakatnya secara umum.Peran dan Fungsi Arsitektur VernakularDi dalam konteks arsitektur, peran danfungsi arsitektur vernakular menjadi pentingbukan hanya di Indonesia saja tetapi juga diAsia, karena Asia terdiri dari berbagai macambudaya dan adat yang berlainan di berbagaiwilayahnnya, dimana setiap wilayah memilikiciri arsitektur yang spesifik dan berasal daritradisi. Antara tradisi dan arsitektur vernakularsangat erat hubungannya. Tradisi memberikansuatu jaminan untuk melanjutkan kontinuitasakan tatanan sebuah arsitektur melalui sistempersepsi ruang, bentuk, dan konstruksi yangdipahami sebagai suatu warisan yang akanmengalami perubahan secara perlahan melaluisuatu kebiasaan. Misalnya bagaimana adaptasimasyarakat lokal terhadap alam, yangmemunculkanberbagaicarauntukmenanggulangi, misalnya iklim dengan caramembuat suatu tempat bernaung untukmenghadapi iklim dan menyesuaikannyadengan lingkungan sekitar dan denganmemperhatikan potensi lokal seperti potensiudara, tanaman, material alam dan sebagainya,maka akan terciptalah suatu bangunan arsitekturrakyat yang menggunakan teknologi sederhanadan tepat guna. Kesederhanaan inilah yangmerupakan nilai lebih sehingga tercipta bentukkhas dari arsitektur vernakular dan tradisionalserta menunjukkan bagaimana menggunakanmaterial secara wajar dan tidak berlebihan.Hasil karya ‘rakyat’ ini merefleksikan akansuatu masyarakat yang akrab dengan alamnya,kepercayaannya, dan norma-normanya denganbijaksana.Kategori Tradisi Vernakular Arsitektur erutamadipegununganmempunyai tradisi yang bila dilihat dariperspektif sejarah kebudayaannya dianggaplebih tua dibandingkan dengan masyarakat yangtinggal di dataran rendah atau area pantai.Bangunan tradisional yang dibangun olehmasyarakat yang tinggal dipedalaman dianggapmemperlihatkan kemiripan yang lebih besardengan tradisi arsitektural dan ragam ktur dan langggam bangunan Indonesia,yaitu: Bangunan tradisional yang dibangunberdasar tradisi kuno Austronesia, Rumahtradisional Indonesia saat ini yang merupakancontoh rumah yang mempunyai karakter dasardan fitur tradisi dari arsitektur vernakular yangmasih kuat dapat ditemukan dibeberapa daerahpedalaman di berbagai pelosok Nusantara,seperti dapat dilihat pada rumah Batak danrumah Tongkonan Toraja, keduanya memilikibeberapa perbedaan yang umumnya tampakbahwa rumah-rumah ini dibangun denganmengikuti tradisi arsitektur vernakuler kuno danlanggam bangunan Austronesia sebelum adanyatradisi dan langgam bangunan Hindu-Budha,Islam, dan kolonial Belanda.Pendekatan FungsionalPendekatan fungsional didasarkan padaanalisis fungsi kegiatan utama oleh penyusunpada kawasan wisata di pantai kartini jepara.

fungsi utama kawasan adalah sebagai saranarekreasi terpadu dan dermaga penyebranganyang memanfaatkan potensi pantai dan sebagaisarana rekreasi utama.melakukan aktifitas di kawasan wisatatersebut. Pelaku kegiatan Taman WisataKopeng terbagi atas 3 bagian yaitu :Pendekatan pelaku kegiatanPelaku Kegiatan Merupakan orang-orang yangNo1Kelompok PelakuPengunjung23PengelolaMasyarakat /PedagangKarakteristikDatang ke lokasi bertujuan untuk jalan-jalan danbersenang-senang, mampu menghirup udara segar yangditawarkan di Kawasan Wisata Telaga Sarngan sertafasilitas-fasilitas yang ada di dalamnyaMemberikan pelayanan kepada para pengunjungMenjual barang-barang terhadap para pengunjung.a. PengunjungPengunjung umum Yaitu pengunjung yangdatang ke kawasan wisata semata-matauntuk tujuan wisata, seperti bersantai,menikmati objek wisata dan fasilitas yangada tanpa tujuan yang lain yang bersifatkhusus.Pengunjung khusus Yaitu pengunjung yangmaksud kedatangannya bukan untuk tujuanwisata dimana tujuan wisata bukanlahmerupakan prioritas utama kunjungannya.Seperti para peneliti, perlombaan olah ragadan budaya, dan lain-lain.Kelompok usia pengunjungNO.1.2.3.4.Kelompok UmurKarakteristik kegiatanAnak-anak (5-12 Sifat serba ingin tahu sangat menonjol, sehinggaTh)dibutuhkan banyak informasiMenyukai hal-hal yang bersifat permainan InformalPenuh gerak dalam ruang skala kecilRemaja (13-20 Th) Lingkup kegiatannya meluas, cenderung rasionalSuka bersaingKegiatan yang dilakukan cenderung bersifat bertualang,olahragaMenyukai & Menikmati hal-hal yang bersifat romantisDewasa (21- 55 Menyukai kegiatan yang lebih tenang sesuai denganTh)pertambahanusia seperti rekreasi air, mengasuh anak, istirahat sambilmenikmatipemandangan, berteduh dll.Orang Tua (55 th Cenderung menyukai kegiatan yang tidak banyakkeatas)menggunakanTenagaTabel 5.1 Pelaku KegiatanSumber : Analisa Pribadi dan literaturb. PengelolaMerupakan orang atau badan hukum yangbertanggungjawabterhadappenyelenggaraan dan pelaksanaan kawasanwisata serta melaksanakan kegiatan tatalaksana operasional kawasan wisata.Aktivitas pengelolaan meliputi aran ,dll. Berikut rincian daftarpengelola menurut Analisa :a. General Manager General Manager : 1 Orang Sekretaris : 1 Orangb. Divisi Administrasi dan Keuangan

Kepala Bagian : 1 Orang Staf : 3 Orangc. Divisi Operasional Kepala Bagian : 1 Orang Staf : 3 Orangd. Divisi Perencanaan, Pengembangan danPemeliharaan Kepala Bagian : 1 Orang Staf : 3 Orangc. Masyarakat SetempatPeran serta masyarakat setempat sangatdiperlukan dalam suatu kawasan wisatauntuk meningkatkan kesejahteraan hidupnyaserta menerapkan prinsip ”menguntungkanmasyarakat tuan rumah”Aktivitas Kebutuhan RuangFUNGSIJENISPENGGUNAKEGIATANPengunjungDatang dan masukMembeli tiketDuduk, menungguMencari informasiRelaksasi.Melihat-lihat, memilih barang,membayar dan menerima uangMakan, minum, bincang-bincang,duduk, mendengarkanmusikPengelolaMengelola administrasi kegiatanMengelola KeuanganMengelola bangunanMengelola peralatanMengontrol PeralatanMenasehati setiap kegiatan yangdiadakanMelakukan pemasaran ataupromosi.Menerima tamuRapatMengetes karyawan yang akanmasukMenjual tiketMengamankan kawasanBudi daya taman dan tanamanyang nantinya akan di tampilkanpadaruang peragaan dan dapat jugauntuk di jualUntuk menurunkan tanaman yangbaru datangBersantai di tamanMenitipkan KendaraanMelakukan ibadahBuang airRekreasiPembudidaya lolaMenaruh barang masing-masingpegawaiRUANG YANGDIBUTUHKAPintu GerbangLoketHall, LobbyR.Informasikolam kecil tanpapenutup.Kolam relaksasi.KasirCafeGazeboRestourantWater parkR. AdministrasiR.KeuanganR.PengelolaR. MekanikalR. KontrolR. MarketingR.TamuR. MeetingR. TiketingPos jagaR. CCTVTempat BudidayaR.PenjualanDrop OffLandscape taman yangdidukung dengan fasilitasParkirMushollaToiletR. LokerDapur

ServisPengelolaMemasakIstirahat pegawaiMenaruh dan menyimpan peralatankebersihanMenyimpan barang yang tidakterpakaiRuang untuk mengurusmasalah mekanikal elektrikalair,pembuangan, serta servis alatUtilitasR. IstirahatLavatoryGudangR. MonitorR. PanelR. GensetR. PompaR. AHUTabel 5.2 Kebutuhan RuangSumber : Analisa Pribadi dan literaturPendekatan SirkulasiA. Pendekatan Sirkulasi Luarpendekatan sirkulasi ruang luar pada TamanWisataKopengmeliputipergerakanpengunjung, pengelola dan pengantar kirperlumempertimbangkan kepentingan pelaku yangbersangkutan agar sirkulasi kendaraan yangberjalan lancar .parkir pengunjungparkirparkir pengelolaentranceentrance kawasandrop ofAnalisa Sirkulasi DalamAnalisa pada ruang dalam salingmempengaruhi dengan pola organisasi ruangyang dihubungkan. Terdapat beberapakonfigurasi jalur sebagai dasar untukdikembangkan sesuai dengan pola pergerakanyang diinginkan.-Rencana SirkulasiPerancanganTamanWisataharusmemperhatikan sirkulasi yang benar-benarnyaman, karena dalam satu gedung terdapatberbagai macam kepentingan, disinilahdituntut proses yang cukup rumit, diantarahal-hal yang harus di perhatikan antara lain:1. Sirkulasi Ruang Luar, perlu adanyapembedaan terhadap sirkulasi mobil yangakan parker di dalam maupun di luar.Sirkulasipengunjungdansirkulasipengelola, sirkulasi pengunjung dari pintumasuk utama (main entrance) dan sirkulasiservis dan perawatan masuk dari pintumasuk kedua (side entrance).2. Sirkulasi Dalam Bangunan, karena lokasiTaman Wisata berada di pegununganhendaknya menggunakan Sirkulasi agaksedikit najak dan membutuhkan tanggauntuk memudahkan berjalan.Program Dasar Perancangan6.2.1 Program Ruang dan Besaran RuangBesaran ruang kegiatan rekreasi Taman WisataRuangJumlahkapasitas123Menikmatipemandangan alampegununganTempat duduk(kursi30 @ 4orang120 orangLuas (m)4

promenade) tamanGazebo 2*2Gazebo 3*3Taman bunga (greenpark)Hutan lindung(konservasi)jumlahPermainanArea playgroundOutboundjumlahWisata kulinerKios makan kecil(minicafé) 3*3Mini marketKampung joglo (restojoglo)PemancinganWarung lesehanResto water parkResto lobbysirkulasijumlahBelanjaPasar buah dan sayurPasar bungaKedai souvenirPusat oleh olehsirkulasijumlahKegiatan OlahragaJoggingJogging pathDanau buatan dandermagaWater parkR. bilas water parkR. pengawas/pos jagasirkulasiTotal50 @ 8 orang25 @ 12 orang1400 orang300 orang2000 orang20022510.000(m)100 org1000 orang40.000(m)3.820 orang50.425 m11410 orang300 orang710 orang1500(m)3.500(m)5.000 m15 @ 10150 orang135 m4 @ 251100 orang400 orang2.800(m)12@11150 orang100 orang250 orang150 orang1.300 orang1.300(m)900(m)8007002.0008.635500 orang300 orang200 orang5.0003.0001.800400 orang1.400 orang2.0001.00012.8001100 orang6.000124 buah pria danwanita7 unit2000.024 orang11.00050014 orang281.00018.52860 unit30 unit20 unit(luas 3*3)1

Tabel 6.1 Besaran ruang kegiatan rekreasi Taman WisataSumber : Analisa Pribadi dan literaturBesaran ruang kegiatan Pelayanan UmumRuangKapasitas12Pintu masuk wisataLoket3x2 orangR. informasi2 orangLobby10 orangR.tunggu100 orangsirkulasijumlahArea parkirRuangParkir Taman wisatakopeng bawahParkir wisata kopeng atastotalMakan-minum di restoranruangR makan dalam(indordining table)R. makan luar(outdoordining table)R. wudhuTotal15.06.025.0100200346 mKapasitas150 mobil250 motor15 bus50 mobil50 motor50 mobil50 motor250 mobil350 motor15 busParkir hotelKasa/pengelolaDapur keringDapur basahGudangLavatoryJumlahKeselamatan dan kesehatanRuangR. P3KR. petugasGarasi ambulansSirkulasiIbadahMusholaLuas (M)3luas10.000.06000.06.500.022.500 mJumlah /kapasitas50%x67 33.5 34 orang50%x67 33.5 34 orangluas120.02 orang1 buah1 buah1 buah6 orang6.018.035.012.025.0336 m120.0Jumlah111kapasitas4 orang3 orang1 mobilluas12.012.025.050.03@30 orang3@6 orang36.0 * 3108.08.0*324.0231 m

Tabel 6.2 Besaran ruang kegiatan Pelayanan UmumSumber : Analisa Pribadi dan literaturBesaran ruang kegiatan PengelolaanRuangKapasitas12Kegiatan UtamaR. kepala1 orangR. bag. Pengelolaan4 orangR. bag. Pelayananumum 5 orangR. bag. Operasional4 orangR. bag. Keuangan2 orangR. bag. Wisata4 orangR. bag. Perlengkapan3 orangR. staff ME4 orangKegiatan penunjangR. rapat/diskusi20 orangumumParkir pengelola10 mobil30 motorlobbyAsumsilavatoryAsumsiR. sholat10 orangTotalTabel 6.3 Besaran ruang kegiatan PengelolaanSumber : Analisa Pribadi dan literaturLuas .012.0508Besaran ruang kegiatan Perawatan, perbaikan dan MERuangKapasitasLuas (M²)Maintenance dan serviceR. peralatanAsumsi20.0R. staff2 orang6.0BengkelAsumsi25.0Loading Area1 truk45.01 mobilMekanikal dan elektrikalR. operator listrikAsumsi12.0R. operator mesinAsumsi12.0R. operator pompaAsumsi16.0R. gensetAsumsi36.0GudangAsumsi9.0R. bahan bakarAsumsi12.0Total193.0Tabel 6.4 Besaran ruang kegiatan Perawatan, perbaikan dan MESumber : Analisa Pribadi dan literaturJumlah luasan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :NO KegiatankegiatanLuas1.luasan kegiatan wisata daratMenikmati50.425 mpemandanganalampegunungan

PermainanWisata lah2.3.4.luasan kegiatan pelayanan umum5.000 m95.388Pintu masukwisata346 mArea parkir22.500 mMakan-minumdi restoran336 mKeselamatandan kesehatan231 mjumlah23.413luasan kegiatan pengelolaanluasan kegiatan perawatan danperbaikan serta mekanikal danelektrikal508.0193.0Jumlah luasan kawasan yang dibutuhkanTabel 6.5 Jumlah luasan dan Besaran tapakSumber : Analisa Pribadi dan literatur119.502Luas dan Besaran TapakKebutuhan ruang untuk kawasan wisata kopeng di kabupaten semarang adalah119.502 m ( 11 Ha.)

Prespektif kawasan wisataTampak DepanTampak Samping KananTampak Samping Kiri

Prespektif Depan Kawasan WisataTampak Perpektif Hotel

Site plan wisata kopengKESIMPULANDi dalam merencanakan suatu kawasanwisata ada persyaratan yang harus diperhatikanyaitu :1. Persyaratan teknis, yaitu persyaratan teoritisyang menyangkut standar untuk kegiatanrekreasi.2. Persyaratannonteknis,merupakanstandarperencanaan yangdisesuaikandengan kondisi daerah masing-masing.- Tataguna lahan- Pengendalianmassadanbentukbangunan- Sirkulasi dan parkir- Ruang terbukaTaman Wisata Kopeng di KabupatenSemarang dapat menjadi salah satu sumber

PAD (Pendapatan Asli Daerah) bagiPemerintah Kabupaten Semarang. TamanWisata Alam ini dapat menjadi sarana wisatainklusif bagi wisatawan lokal maupunmancanegara .Taman Wisata Kopeng ini dapat menjadisalah satu tujuan Taman wisata pegunungan diKecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.Perlunya sebuah Taman Wisata Kopeng diKabupaten Semarang yang ditempatkan tidakjauh dari permukiman yang tetap mengikutiperkembangan teknologi dari segi strukturbangunan, material, dan sistem utilitasnya, sertakapasitas yang ideal bagi sebuah saranapariwisatayanginklusif.DAFTAR ?q fungsi-danpelestarian-di-dalammasyarakat/ &cd 4&hl id&ct clnk&gl d/2008/12/fungsi-dan-peranan-taman-wisataalam.html