aaaaaaa

Transcription

View metadata, citation and similar papers at core.ac.ukbrought to you byCOREprovided by Diponegoro University Institutional RepositoryPENGARUH PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP TINGKAT PARTISIPASIPETANI SAYURAN ORGANIK DI P4S TRANGGULASI, SELONGISOR DESABATUR, KECAMATAN GETASAN, KABUPATEN SEMARANG, JAWA TENGAH(The Influence of The Role of Agricultural Extension’s Agent on The Level ofParticipations of Vegetables Organic Farmers in P4S Tranggulasi, Selongisor BaturVillage, Getasan District, Semarang Regency, Central Java)Mutiara Hutajulu1, Sriroso Satmoko2, Dyah Mardiningsih3Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas DiponegoroEmail : mutiara.undip13@gmail.comABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh peran penyuluh pertanian terhadaptingkat partisipasi petani. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2016 sampai Januari2017 di Kelompok Tani P4S Tranggulasi, Selongisor Desa Batur, Kecamatan Getasan,Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metodesurvai. Penentuan populasi dengan menggunakan metode purposive. Pengambilan datamenggunakan metode sensus kepada 50 responden. Analisis data menggunakan analisis regresilinier berganda. Hasil penelitian yaitu secara parsial pengaruh peran penyuluh terhadap tingkatpartisipasi petani sebagai : (1) innovator berpengaruh sangat baik, (2) motivator berpengaruhbaik, (3) fasilitator berpengaruh kurang baik, (4) komunikator berpengaruh cukup baik. Secaraserempak terdapat pengaruh peran penyuluh terhadap tingkat partisipasi petani.Kata kunci : Penyuluh, peran penyuluh, partisipasi petani, sayuran organik.ABSTRACTThe study aims were to determine the role of extension agents to improve farmer’sparticipation. The study was conducted in November 2016 to January 2017 at the farmer’s groupP4S Tranggulasi. The method used in the study was survey. The study locations were determinedby purposive at farmers’ groups P4S Tranggulasi. The respondents were all of 50 people whojoining the extension activities. Data were analyzed by multiple linear regression. The resultswere in partial the role of extension agents to improve farmer’s participation : (1) innovator hadan excellent effect, (2) motivator had a good effect, (3) facilitator had not too good effect, (4)communicator had a good enough effect. Overall the role of agricultural extension agents had aneffect in improving farmers’ participation.Keywords: Agricultural extension’s agent, the role, participation, organic vegetables.

1.PENDAHULUANIndonesia merupakan daerah agraris,karena memiliki tanah yang subur, sehinggamenjadikansektorpertaniandapatdijakdikan sebagai pusat dari perekonomianmasyarakat, bahkansektor pertanianmemiliki peran yang besar dalam prosespembangunan nasional karena sektorpertanian merupakan penghasil makananpokok penduduk Indonesia, sektor pertanianjuga merupakan penentu stabilitas harga danjuga dapat mempengaruhi terjadinya inflasiperekonomian, karena meningkatnya sektorpertanian dapat mengurangi impor danmeningkatkanekspor(Sumodiningrat,2000). Oleh karena itu, sebagian besarpenduduk Indonesia memiliki profesisebagai petani dan menggantungkankehidupan dari hasil pertanian. Masyarakatyang berprofesi sebagai petani sebagianbesar tinggal di pedesaan, karena semakinsedikit lahan di perkotaan.Ditinjau secara keseluruhan, sistempertanian yang diterapkan oleh mayoritaspetani di Indonesia terdiri atas tiga bagian,yaitu sistem pertanian tradisional, sistempertanian modern dan sistem pertanianberkelanjutan. Masyarakat petani yangtinggal di pedesaan sebagian besar masihmenggunakan sistem pertanian tradisional,sehingga hasil produksi pertaniannya tidakdapat maksimal, menyebabkan tingkatkesejahteraan petani tidak mengalamipeningkatan. Banyak permasalahan yangdihadapi oleh petani dalam melakukankegiatan pertanian, diantaranya : semakinminimnya lahan yang dimiliki oleh petani.Kebutuhan hidup yang semakin lamasemakin meningkat sementara penghasilanpetani yang pas-pasan bahkan minimal,mengakibatkan petani harus menjuallahannya, dan menjadi buruh taniharian/lepas. Ada juga petani yangmengalihfungsikan lahannya karena hasilpertaniannya tidak dapat memenuhikebutuhan hidupnya. Harga-harga saprotanyang semakin lama semakin meningkat jugamenjadi salah satu permasalahan yangdihadapi oleh petani, misalnya harga benihataupun bibit, pupuk dan pestisida,sementara kebutuhan pokok belum terpenuhiseluruhnya. Selain itu, tingkat pendidikandan pengetahuan petani desa yang rendahjuga merupakan penyebab nya, sehingga petani s-menerustanpaadapeningkatan, dan juga adanya kesulitandalam mengadopsi teknologi pertaniankarena pengetahuan dan keterampilan yangrendah, juga tingkat persaingan di pasaryang terus meningkat menyebabkan petanitradisional kalah dalam bersaing untukmenjual hasil produksinya yang minim darisegi kualitas maupun ppetani,makapembangunan di sektor pertanian pertanianyangmenggunakan bahan kimia dan menerapkansistem pertanian organic karena memerlukanbiaya yang lebih kecil dibandingkanpertanian dengan menggunakan bahankimia, karena pertanian organik dapatdilakukan dengan menggunakan bahanbahan organik disekitar, seperti sisa-sisatumbuhan dan kotoran hewan dapatdigunakan sebagai pupuk dasar tanaman,rempah-rempah sebagai bahan dasarpembuatan pestisida organik.Pengelolaanpertanianorganikdidasarkan pada prinsip kesehatan, ekologi,keadilan,danperlindungan.Prinsipkesehatan dalam pertanian organik adalahkegiatan pertanian harus memperhatikankelestarian dan peningkatan kesehatantanah, tanaman, hewan, bumi, dan manusiasebagai satu kesatuan karena semuakomponen tersebut saling berhubungan dan

tidak terpisahkan (Badan Penelitian danPengembangan Pertanian, bersifatindividualistis, kurang memiliki keterbukaanatau keinginan untuk saling berbagi ilmudan pengalaman (sharing) tentang bercocoktanam kepada sesama petani, sehinggasangat diperlukan suatu wadah yang dapatmenyatukan para petani, yaitu sebuahkelompok tani. Pada awal terbentukkelompok tani, mayoritas petani masihbersifat apatis, tidak mau berperan aktif atauberpartisipasi dalam kelompok tani tersebut.Kelompok tani perlu dibina melalui peranseorang penyuluh pertanian, agar melaluiwadah kelompok tani tersebut para petanisemakin memiliki wawasan dan jugamemiliki keinginan untuk berpartisipasi atauberperan aktif yang dinilai dari adanyaperubahan sikap dan juga peningkatanpengetahuan petani dalam melaksanakankegiatan pertanian di dalam wadahkelompok tani, sehingga kegiatan pertaniansemakin mengalami peningkatan.Pusat Pelatihan Pertanian danPerdesaan Swadaya (P4S) Tranggulasimerupakan kegiatan kelompok tani ramahlingkungan (organik), oleh Dinas Pertanianmelalui Badan Pengembangan SumberdayaManusia Pertanian dijadikan Pusat PelatihanPertanian dan Perdesaan Swadaya dengannama P4S Tranggulasi. Pusat pelatihan inimemiliki tugas dan fungsi untuk membinapara petani desa. Dalam proses pembinaandan upaya peningkatan kehidupan parapetani, tidak terlepas dari peran seorangpenyuluhsebagaiseoranginovator,motivator, fasilitator, dan komunikator. Darilatar belakang tersebut dapat dirumuskanpermasalahan yaitu bagaimana pengaruhperan penyuluh pertanian terhadap tingkatpartisipasi petani sayuran organik ? Untukmenjawab rumusan masalah di atas, makaakan dilakukan penelitian mengenaiPengaruh Peran Penyuluh Pertanianterhadap Tingkat Partisipasi Petani SayuranOrganik di P4S kelompok tani TranggulasiDusun Selongisor, Desa Batur, KecamatanGetasan, Kabupaten Semarang, JawaTengah.2.METODE PENELITIANMetode yang digunakan dalampenelitian ini terbagi dalam beberapa bagianyaitu: (1) kerangka pemikiran penelitianyaitu Penyuluh pertanian berperan sebagaiinnovator yaitu memberikan inovasi atauteknologi terbaru kepada masyarakat,motivator yaitu memberikan motivasi atausemangat kepada petani, fasilitator yaitumemfasilitasi atau membantu petanimemperoleh kebutuhan pertanian dankomunikator yaitu memberikan penjelasanyang baik dalam bidang pertanian kepadamasyarakat petani. Oleh karena itu, penelitiingin mengetahui seberapa besar pengaruhperan penyuluh tersebut terhadap tingkatpartisipasi petani di kelompok tani P4STranggulasi, (2) hipotesis penelitian yaituTerdapat pengaruh peran penyuluh sebagaiinnovator, motivator, fasilitator dankomunikatorsecaraparsialmaupunserempak terhadap tingkat partisipasipetani., (3) metode penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalahmetode survei dengan pengambilan sampelsecara sensus. Metode penelitian surveydilakukan dengan cara mendata keseluruhananggota kelompok tani yang dijadikansebagai responden., (4) lokasi penelitianberlokasi di kelompok tani Tranggulasi,Dusun Selongisor, Desa Batur, KecamatanGetasan, Kabupaten Semarang, JawaTengah. Pemilihan lokasi dilakukan secarasengaja (purposive) yaitu di yaitu dikelompok tani organik P4S Tranggulasidengan beberapa pertimbangan yaitu 1)Desa Batur, Getasan merupakan suatudaerah yang cocok untuk melakukankegiatan pertanian, khususnya pertanianorganik, 2) di wilayah ini terdapat suatu

kelompok tani dan dibina oleh penyuluhyang berasal dari pemerintahan atau dinaspertanian. Penelitian telah dilaksanakanpada bulan November 2016 sampai denganbulan Januari 2017, (5) teknik penentuanpopulasi dan sampel dalam penelitian iniyaitu menggunakan kuesioner, melalukanwawancara dan obseravi lapangan, (6)teknik pengumpulan data, (7) jenis dansumber data yaitu primer berdasarkan hasilobservasi dan wawancara peneliti dansekunder dari data-data dinas pertanian JawaTengah, (8) instrumen penelitian, (9)pengujian instrumen penelitian, (10) ujiprasyarat analisis, (11) metode analisis data,dan (12) batas pengertian dan konseppengukuran variabel.3.HASIL PEMBAHASANKeadaan Umum Desa Batur,Kecamatan Getasan, Kabupaten SemarangDesa Batur Kecamatan Getasan KabupatenSemarang Jawa Tengah terletak di lerenggunung Merbabu dengan titik koordinatberada pada garis lintang (latitude) : 7,3942garis bujur (longitude): 110,4424 Ketinggian(altitude) (m) : 1450 dari permukaan laut(mdpl). Desa Batur memiliki kesuburantanah yang baik karena banyak mengandungbahan organik, sumber air langsung darimata air Umbul Songo yang merupakankawasan wisata alam dengan jarak satukilometer dari tempat rekreasi Kopeng danjalur pendakian Merbabu. Kondisi topografidesa Batur yaitu curah hujan 2500 mm dansuhu rata-rata 25-27oC. Desa Batur berjaraksekitar 15 Km dari kota Salatiga, 30 meterdari Ungaran, dan 36 Km dari Magelang.Batas wilayah Kecamatan Getasan adalahsebagai berikut : Sebelah barat : berbatasandenganKabupaten Temanggung danKabupaten Magelang. Sebelah timur :berbatasan dengan Kecamatan Tengaran danKabupaten Boyolali, kota Salatiga. Sebelahutara : berbatasan dengan KecamatanTuntang dan Kecamatan Banyubiru. Sebelahselatan : berbatasan dengan KabupatenBoyolali. Kecamatan Getasan memiliki 13Desa dengan jumlah penduduk di desa Baturyaitu sebanyak 7.008, terdiri dari 3.473 lakilaki dan 3.535 perempuan.Profil Umum Pusat PelatihanPertanian Perdesaan Swadaya TranggulasiPusat Pelatihan Pertanian PerdesaanSwadaya (P4S) Tranggulasi yang terletak diDusun Selongisor, Desa Batur, KecamatanGetasan, Kabupaten Semarang, dengan bataswilayah : Sebelah Utara berbatasan dengan :Desa Sumogawe, Sebelah Timur berbatasandengan : Desa Tajuk, Sebelah Selatanberbatasan dengan : Desa Merbabu, SebelahBarat berbatasan dengan : Desa Kopeng.P4STranggulasimempunyaispesialisasi kegiatan agribisnis komoditassayuran organik, seperti : kol, brokoli,lettuce, buncis prancis (komoditas unggulan,kapri, bawang daun, tomat, cabai, sawi,pakcoy dan labu siam. Usaha tersebut telahdilakukan kelompok tani Tranggulasi sejakTahun 2000, awalnya adalah karenaketerbatasan kemampuan para anggotauntuk membeli saprodi berupa pupuk danpestisida.PusatPelatihanPertanianPerdesaan Swadaya (P4S) Tranggulasidibentuk pada Tahun 2000. Kelompok taniTranggulasi beranggotakan 32 orang denganluas lahan 53 ha. Maksud dan tujuan dalammembentuk kelompok tani yaitu untukmemecahkan masalah petani tanamansayuran agar terjadi peningkatan produksidan kesejahteraan petani.Pertanian Organik di Kelompok TaniTranggulasi : Pertanian di Dusun SelongisorDesa Batur getasan sebelum Tahun 2000masih menerapkan sistem pertaniankonvensional (menggunakan pupuk danpestisida kimia atau sintesis). Para petanikala itu dalam mengolah lahan pertanianmasih menggunakan pupuk kimia danpestisida atau obat-obatan tanaman berbahandasar kimia, hingga suatu waktu karenaharga pupuk maupun pestisida semakinmeningkat, menyebabkan petani tidak lagi

mampu untuk membeli pupuk dan pestisidatersebut. Hasil pertanian juga semakin tidakmenunjukan adanya peningkatan, semakinlama semakin menurun, karena lahan yangdigunakan sebagai kawasan pertaniansemakin menurun kualitasnya akibatpenggunaan bahan kimia, yang jugadiakibatkan oleh perubahan iklim yangekstrim di daerah tersebut. Hal itumengakibatkan petani mulai meninggalkankegiatan bertani, beralih ke profesi lain.Melihat kondisi tersebut, seorangpelopor pertanian organik (sekarang ketuakelompok tani, yaitu Pak Pitoyo) di daerahitu mulai memperkenalkan sistem pertanianorganik, yaitu sistem pertanian yangmenggunakan bahan-bahan alami sebagaipupuk maupun sebagai pestisida atau obatpengendalian hama. Petani tidak lagikesulitan untuk mengeluarkan biaya untukmembeli pupuk kimia, karena dapatmenggunakan kotoran ternak sapi sebagaipupuk dasar tanaman, dan bahan-bahan yangada di sekitar sebagai pestisida alami sepertibiji bengkoang, limbah air kelapa yangdifermentasikan selama 2-3 hari.Pada awal penerapan sistem organik,beberapa petani sempat mengalami jatuhbangun, bahkan beberapa mengundurkandiri dari penerapan sistem organik, danberalihkepertaniankonvensionalmenggunakan bahan kimia, karena hasilpertanian organik tidak lebih banyak daripertanian yang menggunakan bahan kimia.Namun karena kegigihan para peloporpertanian organik tersebut, dan karena hargajual sayuran organik jauh lebih tinggi darisayuran yang menggunakan bahan kimia,akhirnya para petani kembali lagimenerapkan sistem pertanian organik,bahkan semakin banyak petani yangbergabung. Para petani dan peloporpertanian tersebut akhirnya sepakat untukmenerapkan sistem organik di desa tersebut,kemudian membentuk suatu kelompok taniyang dinamakan tranggulasi. Para petanikonvensionalsemakinbanyakyangbergabung dengan kelompok tani tersebut,hingga saat ini anggota kelompok taniTranggulasi berjumlah 32 orang yangawalnya hanya berjumlah 5 orang saja.Peran Penyuluh sebagai (1) InovatorBerdasarkanhasilanalisis,variabelinnovator (X1) diperoleh hasil nilaimaksimum sebesar 37; nilai minimumsebesar 20; mean sebesar 32,36; dan standardeviasi sebesar 4,27503. Penilaian innovatordidalam penelitian ini berdasarkan padapartisipasi petani dalam menerapkan inovasiatau teknologi terbaru yang diperkenalkanoleh penyuluh. Berdasarkan hasil penelitianyang telah dilakukan, dapat diketahui bahwaperan penyuluh sebagai seorang innovatordikategorikan Sangat Baik (sangat seringmenjalankankan perannya sebagai inovator)juga dalam memberikan kontribusi yangbaik bagi kegiatan penyuluhan terutamadalam memberikan hal-hal yang baru bagipara petani. Menurut para petani, memangteknologi dan inovasi yang diberikan olehpenyuluh kepada petani tidak terlalu banyak,namun keseluruhan inovasi tersebut dapatberjalan sesuai dengan rencana. Setelahpenyuluh memahami permasalahan petani,barulah ia dapat memberikan solusipenangananpermasalahantersebut,kemudian menyusun rencana selanjutnyahingga melakukan evaluasi terhadappenyuluhan yang telah dilakukan, ataupunterhadap inovasi/teknologi baru yang sudahdiperkenalkan oleh penyuluh kepada petaniapakahmampumenyelesaikanpermasalahan petani, apabila tidak akandicari solusi atau inovasi lainnya. (2)Motivator Berdasarkan hasil analisis,variabel innovator (X1) diperoleh hasil nilaimaksimum sebesar 35; nilai minimumsebesar 17; mean sebesar 27,22; dan standardeviasi sebesar 4,33. Penilaian Motivator didalam penelitian ini berdasarkan padapartisipasi petani dalam menerapkanpertanian organik, adanya keinginan untuk

mengikuti kegiatan penyuluhan maupunpelatihan yang diselenggarakan oleh pihakpenyuluh maupun dari luar. Berdasarkanhasil penelitian yang telah dilakukan, dapatdiketahui bahwa peran penyuluh sebagaiseorang Motivator berada pada kategori baik(sering menjalankankan perannya sebagaiMotivator) juga dalam memberikankontribusi yang baik bagi kegiatanpenyuluhan, karena dengan adanya peranpenyuluh sebagai motivator, petani semakinterdorong atau termotivasi untuk tetapbertahan dalam sistem pertanian organik,mulai dari tahap awal jatuh-bangun karenahasilnya yang tidak maksimal, hingga saatini petani sudah dapat menikmati hasilpertaniannya hingga menjadi seorang petaniyang mandiri, namun tetap dalampengawasan penyuluh. Ketika penyuluhberhasil menjadi motivator yang baik bagipetani dan petani memiliki motivasi yangjelasdalammelaksanakankegiatanpertaniannya, maka petani akan semangatdalam bertani dan produktivitas akanmeningkat, demikian juga arkanhasilanalisis,variabelFasilitator (X3) diperoleh hasil nilaimaksimum sebesar 40; nilai minimumsebesar 25; mean sebesar 29,92; dan standardeviasi sebesar 2,82. Penilaian Fasilitator didalam penelitian ini berdasarkan padapartisipasi petani dalam menerapkanusahatani pertanian sayur organik, karenaadanya pendampingan petani oleh penyuluhdalam melakukan kegiatan usahataninya.Berdasarkan hasil penelitian yang telahdilakukan, dapat diketahui bahwa peranpenyuluh sebagai seorang Motivator beradapada kategori kurang baik, bahkancenderung buruk. Penyuluh mengakuibahwa dalam tahap awal asi apa-apa kepada petani (modalalat, bahan, maupun biaya) dan hanyamemberikan modal pengetahuan kepadapetani sesuai dengan kebutuhan masingmasing petani. Penyuluh a, maka petani harus terlebihdahulu mempersiapkan peralatan dan bahanbahan yang akan digunakan, dengan tujuanagar petani dapat bersikap mandiri sejakawal,tidakketergantungankepadapenyuluh. Apabila penyuluh sejak awalmemfasilitasi petani untuk segala keperluan,diperkirakan petani akan bergantung kepadapenyuluh dan kurang berpartisipasi dalamsetiap penyuluhan. (4) kator (X4) diperoleh hasil nilaimaksimum sebesar 35; nilai minimumsebesar 21; mean sebesar 28,28; dan standardeviasi sebesar 2,65. Penilaian Komunikatordi dalam penelitian ini berdasarkan padapartisipasi petani dalam mengikuti n setiap permasalahndalam menjalankan usahatani pertaniansayur organik. Berdasarkan hasil penelitianyang telah dilakukan, dapat diketahui bahwaperanpenyuluhsebagaiseorangKomunikator berada pada kategori CukupBaik, karena sebagai seorang kasi yang baik dan benar.Penyuluh menerapkan sistem pengajarankepada orang dewasa bersifat sharingsehingga tidak terkesan seperti sedangmenggurui petani, karena mayoritas petanidi kelompok tani tranggulasi memilikipendidikan yang rendah, yaitu SekolahDasar. (5) Partisipasi Petani Berdasarkanhasil analisis, variabel Partisipasi Petani (Y)diperoleh hasil nilai maksimum sebesar 63;nilai minimum sebesar 37; mean sebesar55,06; dan standar deviasi sebesar 5,97.Penilaian Partisipasi petani dilihat darikemandirian petani dalam melaksanakanusahatani sayur organic, keinginan petaniuntuk mengadiri pertemuan rutin olehpenyuluh secara rutin, bahkan turut

mengambil bagian di dalam kelompok tani(pengurus kelompok tani). Berdasarkan hasilpenelitian yang telah dilakukan, dapatdiketahui bahwa peran penyuluh sebagaiseorang Komunikator berada pada kategoriCukup Baik. Pengaruh Peran PenyuluhsebagaiInovatorterhadapTingkatPartisipasi Petani di P4S Tranggulasi.Hasil dari adanya penyuluh pertanianyang melakukan penyuluhan di kelompoktani tranggulasi (kurang lebih selama 16tahun mulai Tahun 2000) yaitu adanyapeningkatan partisipasi dan kontribusi nyataoleh masyarakat petani terhadap sistempertanian organik. Adanya partisipasi petaniseperti keinginan petani untuk mengadiripertemuan rutin oleh penyuluh secara rutin,bahkan turut mengambil bagian di dalamkelompok tani (pengurus kelompok tani).Para petani juga memiliki kemandiriandalam melaksanakan pertanian organik,yang dibuktikan dari kemampuan petaniuntuk mengolah lahan sendiri menggunakanpupuk organik, membuat pestisida (MOL),pengembangan agensia hayati, pembuatanpupuk organik cair (POC), perekat alami.Petani juga sudah memiliki keterampilandalam pengolahan pasca panen, yaitudengan menerapkan SOP Penanganan PascaPanen dengan baik, yaitu Pengumpulan.Penimbangan, pencucian (bila perlu),Sortasi, Grading, Packaging, penyimpanan,hingga ke proses pengiriman.Dengan kualitas sayuran yang baik,kuantitas yang cukup stabil dan penangananpasca panenyang tepat, maka petani melaluikelompok tani dapat menjual sayuranorganik sampai ke pasar modern, yaitusupermarket seperti : Superindo Semarang,Ada Swalayan, dapat memenuhi permintaandari luar kota seperti Solo, Jogja, warungorganic Magelang, bahkan luar pulau sepertiKalimantan, dan juga hasil sayuran organikdapat di ekspor ke luar negeri, seperti :Singapura, Malaysia. Berkat jerih payah danketekunan petani, kelompok tani tranggulasidua kali menerima penghargaan dariPresiden SBY di masa pemerintahannya.Petani di kelompok tani tranggulasi jugamenerima siswa maupun mahasiswa yangingin melakukan praktik kerja lapangan(PKL) dan magang, sehingga semakinbanyak orang yang mengetahui manfaat daipertanian organikdan turutsertamenerapkan pertanian organik. Secaraserempak peran penyuluh mempengaruhitingkat partisipasi petani sebesar 71%,sedangkan 29% lainnya dipengaruhi olehhal-hal lainnya seperti keinginan dari dalamhati petani itu sendiri.4.SIMPULAN DAN SARANSimpulan yaitu 1. Secara parsial peranpenyuluh sebagai inovator berpengaruhsangat baik terhadap tingkat partisipasipetani, sebagai motivator berpengaruh baikterhadap tingkat partisipasi petani, sebagaifasilitator berpengaruh kurang baik r berpengaruh cukup baikterhadap tingkat partisipasi petani. 2. Secaraserempak terdapat pengaruh peran penyuluhsebagai innovator, motivator, fasilitator dankomunikator terhadap tingkat partisipasipetani.Saran yaitu 1. Penyuluh lebih berinovasiataumemberikanterobosan-terobosanterbaru karena persaingan pasar semakinlama semakin meningkat, agar petani lebihmemiliki daya saing di pasar dan tidakbertahan pada zona nyaman, sepertipenambahan jenis komoditas, teknologiyang mampu meningkatkan produktivitas. 2.Petani ataupun kelompok tani agar lebihkreatif dalam menjalankan pertanianorganik, seperti berwirausaha sebagaitambahan penghasilan contohnya membuatpupuk ataupun pestisida organic kemudiandijual ke petani lain. Petani juga lebih lagimeningkatkan kualitas dan kuantitas hasilproduksi sehingga secara kontinyu dapat

memasok ke pasar global. 3. Penelitiselanjutnya perlu menguasai situasi dankondisi daerah Batur agar tidak menghambatpenelitian, baik dari segi budaya/bahasa agarkomunikasi dengan petani dapat lancar danjelas, dan mempersiapkan kondisi fisikterhadap iklim yang cukup ekstrim dansering berubah.5.DAFTAR PUSTAKAAlim. S.Y.U., Winaryanto. S. 2001.Implikasi Penerapan Kebijakan OtonomiDaerah terhadap Kegiatan PenyuluhanPeternakan di Kabupaten Sumedang(Kasus di Cabang Dinas PertanianTanjung Sari Sumedang). UNPAD.Badan Penelitian dan PengembanganPertanian, 2002. Program Pengkajiandan Diseminasi BPTP Jawa Tengah.Departemen Pertanian. Jakarta.Badan Penyuluhan dan PengembanganSumberdayaManusiaPertanian.Kementrian Pertanian. 2002. Jakarta.Badan Pengembangan Sumber DayaManusia Departemen Pertanian. n Pertanian. 2000. SekolahLapang PTT Padi, Bantu PetaniMempercepat Alih Teknologi. BadanPenelitian dan Pengembangan Pertanian.Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran danBiofarmaka,DirektoratJenderalHortikultura. 2008. Standar OperasionalProsedur (SOP) Budidaya SayuranOrganik. Jakarta: Direktorat BudidayaTanaman Sayuran dan Biofarmaka.Ghozali, I. 2011. “Aplikasi AnalisisMultivariate Dengan Program SPSS”.Semarang: Badan Penerbit UniversitasDiponegoro.IFOAM. 2005. Prinsip-Prinsip PertanianOrganik. In: IFOAM General assembly,2005 Adelaide. 1 : (4).Karl, M. 2000. Monitoring And EvaluatingStakeholder Participation in Agriculturaland Rural Development Projects: ALiterature Review.Kementrian Pertanian Direktorat JenderalHortikultura, 2011. Pedoman UmumPengembangan Hortikultura Tahun2012, Direktorat Jenderal HortikulturaKementerian Pertanian.Mardikanto, T., Arif W. 2005. Metode DanTeknik Penyuluhan Pertanian. FakultasPertanian UNS. Surakarta.Narti, S. 2015. Hubungan KarakteristikPetani dengan Efektivitas KomunikasiPenyuluhan Pertanian dalam ProgramSL-PTT (Kasus Kelompok Tani di Kec.Kerkap Kab. Bengkulu Utara). Tesis.ProgramPascasarjana.UniversitasAndalas. PadangPoerwandari, K. 2001. Pendekatan kualitatifuntuk penelitian perilaku manusia.FakultasPsikologi,UniversitasIndonesia : Lembaga PengembanganSarana Pengukuran dan PendidikanPsikologi (LPSP3).Siswandari. 2009. Statistika ComputerBased. Surakarta: LPP UNS Dan UNSPress.Sumodiningrat, G. 2000 Visi dan MisipembangunanPertanianBerbasisPemberdayaan, Yogyakarta : IDEA.Usman, Husaini dan Purnomo SetiadyAkbar. 2008. Metodologi PenelitianSosial. Bandung. Bumi Aksara.