aaaaaaa

Transcription

BAB IPENDAHULUANBab ini berisikan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian,batasan masalah, dan sistematika penulisan penelitian.1.1Latar BelakangPada saat sekarang ini kegiatan mendaki gunung sangat digemarimasyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari ramainya masyarakat mulai dari parapelajar, mahasiswa hingga para pekerja yang melakukan pendakian gunung setiaptahunnya. Banyak yang telah menjadikan kegiatan pendakian gunung sebagaikegiatan untuk memperingati hari – hari tertentu seperti peringatan 17 Agustus,peringatan Sumpah Pemuda dan lain sebagainya. Tabel 1.1 merupakan datajumlah pendaki gunung yang melakukan pendakian di Gunung Kerinci, GunungCiremai, Gunung Slamet, Gunung Talang, dan Gunung Semeru pada peringatan17 Agustus tahun 2016 hingga 2018. Berdasarkan data tersebut dapat dilihat daritahun 2016 – 2018 ratusan hingga ribuan orang telah melakukan kegiatanpendakian gunung sekaligus melakukan upacara bendera untuk memperingatiHUT RI.

Tabel 1.1 Jumlah Pendaki Gunung di Beberapa Gunung di Indonesia padaPeringatan 17 Agustus Tahun 2016 - 2018NamaJumlah Pendaki padaJumlah Pendaki Jumlah Pendaki padaGunungTahun 2016pada Tahun 2017Tahun 2018GunungKerinciGunungCiremai1083 orang(jambi.tribunnews.com,2016)1000 orang(okezone.com,2016)GunungSlamet1550 orang(republika.co.id, 2016)GunungTalang7000 orang(gosumbar.com,2016)GunungSemeru1000 orang(kapanlagi.com,2016)1200 orang(liputan6.com,2017)2500 orang(pikiranrakyat.com,2017) 2000 orang(Detiknews.com,2017)5054 orang(kompasiana.com,2017)776 orang(republika.co.id,2017)1150 orang(jambi.tribunnews.com,2018)2400 orang(lifestyle.okezone.com,2018), 1000 orang(www.inews.id,2018),2851 orang(tibratanews.sumbar,2018)600 orang(detiknews.com,2018)Kegiatan Upacara 17 Agustus yang dilakukan di puncak gunung dapatdilihat pada Gambar 1.1. Pada Gambar 1.2 dapat dilihat banyaknya para pendakidi Gunung Prau Jawa Tengah Indonesia.Gambar 1.1 Kegiatan Upacara 17 Agustus yang Dilakukan di PuncakGunung (Sumber : elshinta.com,2015)2

Gambar 1.2 Banyaknya Pendaki Gunung di Gunung Prau Jawa Tengah(Sumber : kompas.com,2018)Menurut Pramudya dan Hidayat (2017) kegiatan mendaki gunung berartibergerak ke tempat yang tinggi dengan cara berjalan kaki untuk mencapai tujuanyang sudah direncanakan sebelumnya. Dalam arti yang lebih luas mendakigunung adalah suatu perjalanan yang melewati medan pegunungan yang memilikitujuan seperti kegiatan ekspedisi, penelitian ilmiah, wisata atau eksplorasi kepuncak – puncak yang sangat tinggi dan berbahaya. Kegiatan pendakian gunungdalam bahasa inggris sering disebut Mountaineering atau Alpinist.Beberapa hal yang harus dipersiapkan dalam melakukan kegiatanpendakian gunung yaitu kesiapan fisik, kesiapan mental serta kesiapanadministrasi. Kegiatan pendakian gunung membutuhkan kekuatan dan daya tahanotot yang baik, serta memiliki kualitas volume O2 maksimum (VO2Max) yangbaik, hal ini perlu untuk mengatasi perbedaan kadar oksigen di suatu ketinggianserta menghadapi beratnya beban yang dibawa. Persiapan fisik harus dilakukanuntuk meningkatkan stamina, daya tahan tubuh dan kemudian menambahkekuatan fisik dan mental bagi seorang pendaki gunung. Kesiapan administrasiyang dibutuhkan yaitu menyiapkan kelengkapan surat – surat perizinan yangdibutuhkan. Setiap daerah mempunyai peraturan perizinan yang berbedatergantung juga pada sifat kegiatan yang dilakukan, untuk penelitian ataupetualangan (Kurniawan,2004).3

Selain itu, persiapan perlengkapan juga sangat dibutuhkan untuk keperluanselama pendakian. Menurut Kurniawan (2004) beberapa perlengkapan nperlengkapanantipribadi,hujan,perlengkapan navigasi, alat penerangan, peralatan fotografi serta peralatankomunikasi. Perbekalan utama lainnya yang dibutuhkan yaitu kebutuhan makanandan kebutuhan air minum. Menurut Sari (2014) tubuh membutuhkan air untukdikonsumsi sebanyak 2,5 liter atau setara dengan delapan gelas setiap harinya.Apabila jumlah air yang dikonsumsi kurang dari jumlah ideal, tubuh akan banyakkehilangan banyak cairan/ dehidrasi.Oleh karena itu para pendaki mesti membawa minum yang cukup untukmengganti cairan tubuh yang hilang agar dapat melanjutkan perjalanan. Untukmembawa air minum banyak pendaki yang memilih menggunakan botol minumdalam kemasan. Hal ini dikarenakan botol minum dalam kemasan tersedia dibanyak tempat, praktis dan murah. Namun penggunaan botol plastik dalamkemasan yang berlebihan tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan jumlahsampah plastik. Banyak pendaki yang membuang atau meninggalkan sampahbotol minumnya ketika akan turun gunung.Komunitas peduli sampah gunung dan hutan Indonesia atau disebut jugatrashbag community mencatat bahwa pada gelaran operasi bersih bertajuk sapujagad yang digelar pada tahun 2015 di 15 gunung tak kurang dari 2,4 ton ataulebih dari 600 kantong sampah berukuran 40 kg berhasil dikumpulkan dimanasampah plastik mendominasi dengan persentase 36 persen atau sekitar 769kilogram, disusul sampah botol plastik 23 persen atau mencapai 491 kilogram dansampah puntung rokok 10 persen atau berkisar 213 kilogram. Pada kegiatan cleanup yang diadakan pada tanggal 10 – 11 Desember 2016 sampah yang berhasildiangkut yaitu 1474,2 kg dengan jumlah sampah non organik yaitu 1061,2 kg.Pada tahun 2017, kegiatan sapu jagad diadakan pada tanggal 15 – 24 Agustus2017 di 18 gunung di Indonesia dan diprediksi sedikitnya 5 ton sampah berhasildikumpulkan ( kompas.com, 2017).4

Botol minum yang dibutuhkan dalam kegiatan pendakian berbeda denganbotol minum yang digunakan sehari – hari. Hal ini dikarenakan terdapat beberapakondisi alam yang ditemui selama pendakian diantaranya sumber air yang tidakselalu ada di sepanjang jalur pendakian dan kondisi air yang tidak selalu bersih.Oleh karena itu para pendaki harus dapat mengontrol jumlah air minum yangdibawa, namun beberapa kapasitas botol penyimpanan air minum tidak sesuaidengan kebutuhan. Selain itu, letak botol minum yang sulit dijangkau jugamenyulitkan para pendaki karena harus menurunkan tas atau carrier nya terlebihdahulu.Dari hasil wawancara awal yang telah dilakukan pada tanggal 28November 2018 terhadap 10 orang mahasiswa yang pernah melakukan kegiatanpendakian, diperoleh beberapa keinginan customer terkait botol minum yangdigunakan saat perjalanan ketika melakukan kegiatan pendakian gunung.Beberapa keinginan customer yaitu mudah digunakan (mudah dibersihkan, mudahdibuka atau ditutup, mudah diisi ulang, mudah dibawa), multifungsi, tahan lama,nyaman saat dipegang, dapat menyaring kotoran, memiliki kapasitas penyimpananair yang banyak, tidak memakan banyak tempat, serta memiliki desain yangsimple namun elegan.Botol minum yang ada dan dapat digunakan untuk mendaki gunung saatini terdiri dari 4 jenis. Masing – masing jenis botol minum ini memilikikarakteristik yang berbeda. 4 jenis botol minum ini dapat dilihat pada Gambar1.3.5

acbdGambar 1.3 4 Jenis Botol MinumGambar 1.3 merupakan 4 jenis botol minum yang digunakan untukmendaki gunung, diantaranya : gambar a merupakan botol minum berbahanplastik atau PET (polyethylene terephthalate). Botol minum ini sangat ringankarena bermaterial plastik dan bobotnya tetap tidak terlalu berat saat diisi air.Banyak botol minum jenis ini didesain sederhana sehingga mudah dibersihkan.Namun, saat terjatuh botol minum ini lebih cepat rusak dan tergores. Selain itu,botol minum berbahan polyethylene terephthalate tidak dianjurkan digunakanberulang kali karena mengandung karsinogen / zat penyebab kanker. Padaumumnya botol minum diletakkan di saku samping ransel atau carrier sehinggasulit dijangkau dan membuat pendaki kesulitan dalam mengambil botolminumnya.Gambar b merupakan botol minum berbahan stainless steel / alumunimyang dapat digunakan sebagai termos karena tahan terhadap suhu panas. Botolminum berbahan stainless steel / alumunim ini kuat dan tahan lama.Kekurangannya yaitu dapat mengalami korosi dari waktu ke waktu sehinggamenimbulkan rasa aneh pada minuman. Selain itu, saat mendaki botol minum6

diletakkan di saku samping ransel atau carrier sehingga sulit dijangkau danmembuat pendaki kesulitan dalam mengambil botol minumnya.Gambar c merupakan botol minum lipat yang sangat praktis dan tidakmemakan tempat. Botol minum ini dapat dilipat hingga berukuran kecil danbobotnya juga sangat ringan. Kekurangan botol minum ini yaitu mudah rusak danbocor jika digunakan dalam waktu yang lama.Gambar d merupakan water bladder. Water bladder merupakan kantongair yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan air dengan selang sebagaipenyalur air dari kantong ke mulut. Kelebihan water bladder yaitu dapat langsungminum menggunakan selang tanpa harus mengeluarkannya dari tas atau carrier,ringan serta memiliki kapasitas penyimpanan air yang lebih banyak. Kekuranganwaterbladder yaitu susah dalam mengontrol jumlah air karena letak water bladderyang digantung pada tas dan minum pun melalui selang sehingga pendaki tidakmengetahui sisa air yang dimilikinya, susah dalam melakukan pengisian ulangserta jika sumber air hanya berupa genangan saja akan susah mengisi waterbladder hingga penuh sehingga membutuhkan alat lain.Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dilakukan sebuah penelitianuntuk menghasilkan rancangan desain botol minum yang praktis dan dapatmemenuhi kebutuhan para pendaki gunung berdasarkan keinginan pengguna.1.2Perumusan gaimanamenghasilkan rancangan desain botol minum yang praktis (mudah digunakan) dandapat memenuhi kebutuhan air minum para pendaki gunung saat di perjalanan.7

1.3TujuanTujuan penelitian tugas akhir ini adalah :1.Menghasilkan rancangan desain botol minum yang praktis (mudahdigunakan) dan dapat memenuhi kebutuhan air minum para pendakigunung saat di perjalanan.2.Mengevaluasi hasil rancangan dengan melakukan perbandingan terhadapbeberapa alternative rancangan.1.4Batasan MasalahPada penelitian ini terdapat beberapa batasan masalah, diantaranya :1.Penelitian dilakukan sampai tahap perancangan yaitu tahap QualityFunction Deployment fase dua ( pembuatan perencanaan komponen).2.Produk yang dirancang ditujukan untuk kegiatan pendakian gunung,hikingserta kegiatan – kegiatan di alam lainnya.1.5Sistematika PenulisanSistematika penulisan laporan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:BAB IPENDAHULUANBab pendahuluan berisikan tentang latar belakang masalah, perumusanmasalah, tujuan, batasan masalah, dan sistematika penulisan laporan.BAB IITINJAUAN PUSTAKABab ini berisikan tentang teori-teori yang mendukung penelitian. Teoritersebut bersikan tentang produk, perancangan dan pengembanganproduk, ergonomi serta teori lain yang berhubungan dengan penelitian.BAB III METODOLOGI PENELITIANBab ini menguraikan tahapan-tahapanyang digunakan dalammelakukan penelitian.BAB IV PENGEMBANGAN PRODUK8

Bab ini berisikan tentang pengumpulan data, pengolahan data dan sertaperancangan botol minum untuk para pendaki gunung.BAB VANALISISBab ini berisikan analisis terhadap proses pengolahan data yangdilakukan.BAB VI PENUTUPBab ini berisikan kesimpulan dan saran terhadap perancangan botolminum untuk pendaki gunung.9